Kompas.com - 14/11/2020, 20:16 WIB
Illustrasi Ibu hamil KOMPAS.com/NURWAHIDAHIllustrasi Ibu hamil

KOMPAS.com - Kehamilan pasti membuat berat badan ibu bertambah. Walau begitu, pertambahan bobot juga perlu diperhatikan agar tidak melebihi batas normal. 

Beberapa ibu hamil mungkin merasa senang karena menganggap selama mengandung ia bisa makan sepuasnya untuk dua orang. Tapi pengertian tersebut sebenarnya keliru.

Kenaikan berat badan saat hamil tergantung pada ukuran dan bentuk tubuh sebelum masa kehamilan.

"Secara umum, seorang ibu diharapkan naik 1-2 kg pada trimester pertama dan kemudian bertambah setengah kilogram per minggunya," kata Alexandra Stockwell dokter yang berpengalaman lama dalam perencanaan keluarga kepada Insider.

Biasanya kenaikan berat badan normal berkisar antara 11-16 kg selama kehamilan. Tapi untuk perempuan yang kekurangan berat badan diharapkan untuk menambah 16-18 kg.

Baca juga: Ketahui 6 Cara Makan Sayuran agar Penurunan Berat Badan Lebih Efektif

Sedangkan ibu hamil yang sudah kelebihan berat badan kenaikan yang diharapkan tak lebih dari 6-8 kg saja.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lalu untuk ibu hamil yang mengandung anak kembar, kenaikan berat badannya tidak boleh dua kali lipat. Tapi kenaikan berat badannya bisa mencapai 16-25 kg.

Penyebab kenaikan berat badan

Banyak hal yang membuat ibu hamil mengalami kenaikan berat badan. Hal utama tentunya karena ada bayi di dalam tubuhnya.

Saat lahir, bayi rata-rata memiliki berat badan 3,1 kg. Penambahan berat badan lainnya berasal dari payudara dan rahim yang membesar, plasenta, serta cairan kehamilan.

"Selain itu, saat hamil juga terjadi peningkatan volume darah, volume cairan, dan simpanan lemak," kata Stockwell.

Baca juga: Perawatan Kulit untuk Samarkan Stretch Mark Selama Kehamilan

Ilustrasi ibu hamil menjaga kehamilan dengan mengonsumsi makanan dan minuman bernutrisi. SHUTTERSTOCK/Praisaeng Ilustrasi ibu hamil menjaga kehamilan dengan mengonsumsi makanan dan minuman bernutrisi.

Trimester pertama

Selama trimester pertama, kenaikan berat badan hanyalah 1-2 kg. Ukuran bayi pun masih kecil yakni 5 cm.

Sebagian besar kenaikan berat badan berasal dari peningkatan simpanan lemak, rahim, dan plasenta. Semuanya bersiap untuk pertumbuhan bayi di dua trimester berikutnya.

Trimester kedua

Di trimester kedua, berat badan bisa bertambah setengah kilogram setiap minggu. Pada periode ini ibu hamil harus meningkatkan asupan kalori sekitar 340 kalori setiap harinya.

Tapi jumlah kebutuhan kalori tambahan masing-masing ibu hamil berbeda. Lebih baik konsultasikan dulu ke dokter.

Baca juga: Belajar dari Irish Bela, Kehamilan Kembar Lebih Berisiko Komplikasi

Trimester ketiga

Di waktu ini, ibu hamil akan makan sekitar 2.400 kalori per hari.

"Di trimester pertama, jumlah asupan kalori normal harus dipertahankan. Tapi di trimester ketiga harus mengonsumsi 2.400 kalori per hari," ujar Stockwell.

Pada trimester ketiga, berat badan bayi akan bertambah tiap minggu. Sangat penting bagi ibu hamil untuk mendapatkan cukup kalori dan nutrisi dalam makanannya.

Jika ibu hamil kurang makan sehingga tidak cukup memenuhi kebutuhan bayi untuk berkembang, bayi bisa mendapatkan nutrisi dengan cara lain.

"Salah satu alasan yang sangat penting bagi ibu hamil untuk makan dengan baik adalah agar tetap sehat dan bayi tidak kekurangan nutrisi untuk pertumbuhannya" kata Stockwell.

Sebagai contoh, apabila ibu tidak memiliki cukup kalsium dalam makanannya, tulang bayi akan terbentuk dari kalsium yang diambil dari tulang ibu. Kalsium ditransfer melalui aliran darah ke plasenta yang dihubungkan ke bayi.

Baca juga: Pakai Kondom Tetap Bisa Bikin Hamil Kalau Tidak Perhatikan 7 Hal Ini

Kualitas di atas kuantitas

Apabila ibu hamil mengalami kenaikan berat badan yang terlalu banyak dan terlalu cepat maka sebaiknya menemui dokter atau perawat untuk memantau berat badan.

Kebiasaan ngemil ibu hamil yang mengidamkan makanan manis seperti kue, biskuit, dan permen dapat menyebabkan penambahan berat badan dengan cepat. Hal ini dapat meningkatkan risiko terkena diabetes gestasional atau diabetes kehamilan.

Bukan hanya diabetes gestasional, masalah kesehatan lain juga mengintai apabila penambahan berat badan ibu hamil berlebih. Contohnya makrosomia janin atau sulitnya persalinan. Berat badan ibu juga sulit dikembalikan ke semula setelah melahirkan.

Di sisi lain, kenaikan berat badan yang cepat dapat menjadi tanda preeklamsia yang bisa berbahaya. Kondisi ini harus segera diatasi.

Sama seperti kenaikan berat badan berlebih, kurangnya berat badan selama kehamilan juga bisa mendatangkan masalah.

"Berat badan yang kurang membuat bayi kekurangan nutrisi walau tidak langsung berkolerasi," kata Stokcwell.

Hal terpenting adalah mengonsumsi makanan padat nutrisi yang mengandung vitamin, mineral, dan semua bahan yang dibutuhkan. Antara lain kalsium untuk tulang dan B12 atau asam folat untuk mencegah spina bifida.

Baca juga: Wajib Tahu, Ini Kebutuhan Nutrisi Ibu Hamil dan Ibu Menyusui

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.