Kompas.com - 16/11/2020, 12:18 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Saat tumbuh gigi, balita cenderung menjadi lebih rewel. Hal ini dikarenakan proses tumbuh gigi bisa terasa menyakitkan.

Tumbuh gigi biasanya diawali di usia enam bulan dan berlangsung hingga dua tahun. Namun kondisinya bisa berbeda pada masing-masing anak. Begitu juga dengan rasa sakitnya.

Beberapa anak ada yang tidak begitu merasa sakit saat tumbuh gigi, namun ada yang hingga menangis karena nyeri.

Selain timbul rasa sakit, saat tumbuh gigi, anak juga menjadi lebih mudah tersinggung dan air liurnya lebih banyak.

Mungkin ada orangtua yang merasa kewalahan menghadapi proses tumbuh gigi anak. Tapi beberapa cara bisa dilakukan untuk meredakan rasa sakitnya.

Berikut ulasannya seperti dilansir Wonder Wall.

1. Pijat gusi

Pengobatan paling sederhana untuk meredakan rasa sakit anak ketika tumbuh gigi adalah memijat gusinya. Untuk melakukan ini, orangtua harus cuci tangan lebih dahulu.

Kemudian, basahi kain kasa dan lilitkan ke jari. Setelah itu gosok atau pijat lembut gusi anak. Tekanan yang diberikan dapat membantu meredakan rasa sakit.

Tapi cegah anak untuk memasukkan jari-jarinya ke dalam mulut untuk melakukan hal yang sama. Sebab bisa jadi jari anak kotor dan malah bisa menyebabkan infeksi.

2. Jaga gusi tetap dingin

Menjaga gusi tetap dingin terbukti efektif untuk mengatasi sakit gigi. Caranya berbeda berdasarkan usia anak.

Untuk anak di bawah satu tahun, dinginkan kasa lalu pijat ke gusi. Bisa juga memberikan susu kepada anak untuk meringankan rasa sakit.

Sedangkan untuk balita yang lebih muda bisa diberikan teether dingin. Pilih teether berisi air, daripada yang berisi gel.

Sebab teether berbahan gel lebih mudah pecah jika mengeras keras karena dingin.

Kemudian untuk yang usianya lebih besar lagi, bisa diberikan es krim atau es loli. Namun jangan lupa untuk membersihkan gigi setelah itu.

Baca juga: Gigi Anak yang Berlubang Tak Segera Ditambal, Apa Risikonya?

3. Gigit biskuit untuk tumbuh gigi

Biskuit khusus tumbuh gigi sedikit lebih keras dan kurang manis dibandingkan biskuit biasa.

Biskuit ini tidak mudah hancur karena air liur yang berlebihan dan bisa menjadi pengganti makanan dingin.

4. Makan camilan keras

Camilan bertekstur keras seperti irisan wortel dan apel, kulit semangka, atau keju berbentuk kubus juga bisa diberikan kepada anak untuk meredakan rasa sakit.

Camilan tersebut memberi tekanan pada gusi dan mengurangi air liur. Tapi sesuaikan tekstur dengan usia anak dan kemampuannya untuk menggigit.

5. Mandi air hangat

Mandi air hangat dapat menjadi pilihan apabila semua usaha tidak berhasil untuk dilakukan.

Saat mandi air hangat, anak menjadi lebih rileks sehingga dapat membantu mengalihkan rasa sakit.

Tambahkan gelembung dan mainan untuk membuat suasana hati anak semakin senang.

6. Kunjungi dokter

Tumbuh gigi terkadang dapat menyebabkan peningkatan suhu dan rasa tidak enak badan pada anak. Untuk mengatasinya, orangtua bisa membawa anak ke dokter.

Baca juga: Gigi Anak Tak Kunjung Tumbuh, Haruskah Khawatir?




Sumber wonderwall
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X