Kompas.com - 16/11/2020, 14:24 WIB
Ilustrasi diabetes. Penderita diabetes di Indonesia berada di peringkat 7 dunia. Indonesia waspada diabetes, terutama di masa pandemi Covid-19. SHUTTERSTOCK/Proxima StudioIlustrasi diabetes. Penderita diabetes di Indonesia berada di peringkat 7 dunia. Indonesia waspada diabetes, terutama di masa pandemi Covid-19.

KOMPAS.com - Diabetes menjadi salah satu penyakit penyerta atau komorbid yang paling banyak ditemukan pada pasien Covid-19.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI, diabetes merupakan komorbid tertinggi kedua setelah hipertensi dalam kasus Covid-19 di Indonesia yang dapat berujung pada kematian.

Hal ini disebabkan oleh gula darah tinggi yang  dapat menurunkan imunitas tubuh, dan memicu virus dengan mudah masuk ke dalam tubuh.

Baca juga: 6 Langkah Mengubah Pola Makan agar Prediabetes Tak Jadi Diabetes

"Penderita diabetes paling banyak yang berakhir dengan kematian karena Covid-19. Sehingga mereka sebisa mungkin menghindari penularan."

Begitu penuturan Ketua Umum Pengurus Besar Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni), Prof Dr Ketut Suastika, SpPD-KEMD dalam media gathering bersama Good Doctor melalui aplikasi Zoom, Senin (16/11/2020).

Berangkat dari fakta tersebut, orang-orang diabetes disarankan untuk tidak berpergian, kecuali ada sesuatu yang sangat penting di luar rumah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penderita diabetes bisa melakukan pemeriksaan gula darah dan berkonsultasi dengan dokter endokrinologi atau penyakit dalam secara rutin dengan memanfaatkan layanan telemedis.

"Konsultasi dengan dokter itu penting, supaya penderita diabetes dapat mengetahui cara yang tepat mengobatinya,"  terangnya.

Saat ini, Good Doctor telah bekerja sama dengan Perkeni untuk menyediakan layanan telemedis yang aman sebagai alternatif untuk mencegah transmisi penularan Covid-19, khususnya bagi penderita diabetes.

Baca juga: Pahami, Pemeriksaan Tepat untuk Deteksi Diabetes

Head of Medical Management Good Doctor Technology Indonesia, Dr Adhiatma Gunawan mengatakan, layanan telemedis ini bisa diakses 24 jam sesuai dengan kebutuhan pasien.

"Kami juga menyediakan fitur agar pengguna Good Doctor bisa membeli obat, baik dengan resep atau tanpa resep," kata dia.

"Kemudian, kalau mau janjian dengan dokter di rumah sakit pun dapat dilakukan secara online supaya tidak menunggu terlalu lama di luar ruangan," sambung dia.

Di samping itu, yang terpenting untuk mengatasi penularan Covid-19 pada penderita diabetes adalah menjaga gula darah tetap stabil, dengan menerapkan pola hidup yang sehat dan berhenti merokok.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.