Kompas.com - 16/11/2020, 22:00 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

2. Aktivitas seksual
Beberapa aktivitas seksual yang dilakukan dalam beberapa waktu terakhir, termasuk masturbasi, dapat menurunkan volume sperma.

Kondisi tersebut juga berpotensi mengurangi jarak jangkauan air mani.

Pantangan yang berkepanjangan juga dapat menyebabkan seseorang memproduksi lebih banyak sperma daripada biasanya.

3. Genetik
Beberapa orang secara alami mengalami ejakulasi lebih banyak atau lebih sedikit dibandingkan dengan orang lain, terlepas dari kesehatan atau gaya hidupnya.

4. Gaya hidup
Pola makan, merokok dan faktor gaya hidup lainnya dapat memengaruhi kualitas sperma dan kesehatan secara keseluruhan.

Misalnya, sebagian besar penelitian menunjukkan olahraga teratur dapat meningkatkan kesuburan dan kualitas sperma.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa olahraga dapat meningkatkan volume sperma.

5. Kesehatan keseluruhan
Kondisi kesehatan seseorang juga memengaruhi volume sperma yang dikeluarkan.

Seseorang dengan penyakit kronis, seperti diabetes, misalnya, mungkin menyadari adanya perubahan pada volume sperma mereka.

Hipogonadisme atau testosteron rendah juga bisa memengaruhi volume sperma seseorang, yang secara bersamaan juga membuat penis sulit ereksi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X