Kompas.com - 17/11/2020, 19:41 WIB

"Untuk keseluruhan koleksi, saya balik lagi melihat apa yang saya punya. Saya memakai bahan yang ada di workshop, tidak membeli bahan baru."

Dari kain yang ada, ia mengolahnya menjadi busana dengan teknik khas yang dia miliki, seperti makrame dan bordir.

"Ada beberapa potongan busana basic yang lebih sederhana, dan tentunya bisa dipakai di segala kesempatan," ucap dia.

Baca juga: Tips Menerapkan Fesyen Berkelanjutan

2. Chitra Subyakto

Kesederhanaan dan ramah lingkungan menjadi napas dari koleksi Chitra untuk DFK 2020. 

"Saya memerhatikan kebiasaan orang berpakaian, terutama di zaman dahulu. Hampir semua menggunakan tipe pakaian dan warna yang terbatas. Dan itu semua akan hadir di DFK kali ini. Intinya adalah kesederhanaan dan lebih ramah lingkungan," katanya.

Ia pun mencari cara agar dapat menghasilkan karya busana tanpa menambah polusi, salah satunya dengan menggunakan kain sisa produksi.

"Dalam koleksi kali ini kami menggunakan kain sisa produksi dan kain ramah lingkungan seperti katun dan linen organik, serta sisa konveksi yang dikumpulkan dan diproses untuk ditenun kembali menjadi kain."

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Dewi Magazine (@dewimag)

3. Lulu Lutfi Labibi

Pandemi, bagi  Lulu menjadi pengingat bahwa kebutuhan manusia akan sandang akan menjadi lebih sederhana.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.