Kompas.com - 17/11/2020, 23:00 WIB
Ilustrasi. sirawit99Ilustrasi.

Jawaban dari pertanyaan tersebut menemukan, baik laki-laki maupun perempuan dilaporkan lebih cepat tertidur setelah orgasme usai bercinta.

Namun, dengan atau tanpa orgasme, perempuan dikatakan lebih mungkin tertidur lebih cepat sehabis bercinta dibanding pria.

Hal terpenting bagi hipotesis ini adalah temuan tidak ada perbedaan gender terkait sifat obat penenang orgasme ketika melakukan masturbasi.

Tapi apabila perempuan sedang menjalani inseminasi, mereka memiliki kemungkinan lebih besar untuk tertidur setelah bercinta.

Ini memperkuat argumen cairan mani mengandung sifat seperti obat penenang.

Namun demikian, hasil penelitian ini masih terbatas. Sebab ukuran sampel relatif kecil dan datanya masih korelasional.

Faktanya, sifat korelasional dari survei ini berbicara kepada kritik yang lebih luas dari bidang psikologi evolusioner. Sebab, banyak teori yang hampir tidak dapat diuji.

Hasil survei juga memperlihatkan perilaku seksual orang dewasa di usia kuliah.

Misalnya, untuk pertanyaan, seberapa sering mengalami orgasme selama bercinta, 50 persen pria melaporkan mengalami orgasme sepanjang waktu.

Sedangkan hanya ada empat persen perempuan yang mengalami hal serupa.

Baca juga: 5 Fakta Tentang Orgasme yang Mungkin Belum Kamu Ketahui

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.