Kompas.com - 19/11/2020, 06:06 WIB
Ilustrasi orangtua mengekang anak. SHUTTERSTOCKIlustrasi orangtua mengekang anak.

Hal yang sama juga berlaku untuk perkembangan kepribadian remaja. Di usianya, struktur otak remaja belum berkembang seutuhnya.

Ada bagian otak terkait kemampuan berpikir logis dengan sebab akibat kompleks yang masih berkembang.

Hal ini membuat remaja cenderung melakukan tindakan secara impulsif dan tidak mempertimbangkan konsekuensinya.

Mereka juga belum bisa menilai baik atau buruknya suatu tindakan dengan matang.

Maka tak heran bila terkadang orangtua merasa anaknya membangkang saat diberi nasihat. Padahal sebenarnya yang dimaksud remaja tidak demikian.

Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia, otak remaja nantinya bisa menganalisis tindakan dengan lebih baik.

Oleh karenanya, satu hal yang perlu diingat orangtua: Betapapun menjengkelkannya anak remaja, jangan mudah tersinggung.

Sebaliknya, orangtua perlu memberi nasihat bahwa tindakan anaknya salah dengan cara yang lebih bisa diterima dan jangan terbawa emosi.

Baca juga: 7 Cara Mengasuh Remaja Laki-laki agar Lebih Nurut

2. Hitung sampai sepuluh

Seperti yang dikatakan sebelumnya, memberi nasihat kepada remaja sebaiknya dalam situasi yang tenang. Jangan sampai orangtua juga ikut emosi.

Halaman:


Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X