Kompas.com - 19/11/2020, 22:00 WIB

Tetapi para peneliti tidak begitu tahu mengapa penyusutan terjadi setelah prostatektomi radikal.

Beberapa peneliti berpikir itu mungkin berkaitan dengan memendeknya saluran kencing, yang terhubung ke kandung kemih, selama prostatektomi.

Baca juga: Beragam Gejala Kanker Prostat dan Pentingnya Pemeriksaan Dini

4. Penyakit peyronie
Pada penyakit peyronie, jaringan parut fibrosa berkembang di dalam penis, yang menyebabkan penis bengkok saat ereksi.

Sering kali, ereksi melengkung tak perlu dikhawatirkan, tetapi bagi beberapa pria bengkokan itu mungkin terasa signifikan atau menyakitkan.

Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), Peyronie dialami hingga 23 persen pria berusia 40-70 tahun.

Kemungkinan ada lebih banyak pria yang mengalami kondisi ini, tetapi belum melaporkannya ke dokter karena merasa malu.

Peyronie berkembang seiring bertambahnya usia.

Namun, penyakit ini mulai terlihat dialami pria berusia sekitar 30 tahun.

Peyronie dapat menyebabkan penurunan panjang dan lingkar penis pria.

Pada kebanyakan kasus, peyronie dapat menghilang dengan sendirinya, tetapi kondisi itu bisa menetap atau bahkan menjadi lebih buruk.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.