Kompas.com - 19/11/2020, 22:00 WIB

Para peneliti meyakini, hal itu disebabkan karena merokok menghambat aliran darah dan mencegah penis meregang, yang pada akhirnya dapat mengurangi panjang penis.

Menurut sebuah studi tahun 2017 yang dilaporkan di BJU International, merokok juga berkaitan dengan disfungsi ereksi.

Disfungsi ereksi memengaruhi kemampuan pria untuk mempertahankan ereksi, dan merokok juga dapat mencegah ereksi.

Baca juga: Bisakah Purwaceng Atasi Disfungsi Ereksi?

Mengatasi penyusutan penis
Kabar baiknya, menurut Very Well Health, kebanyakan pasangan tidak peduli dengan ukuran penis, dan di beberapa kasus, ukuran penis yang terlalu besar justru bisa menyebabkan ketidaknyamanan pada pasangan.

Jadi, penyusutan penis mungkin bisa membuat Anda stres, terutama jika itu adalah kejadian yang benar-benar tak terduga.

Namun, berhentilah merasa insecure karena ada banyak faktor yang bisa menentukan kepuasan kehidupan seks seseorang, dan ukuran penis mungkin tidak termasuk di dalamnya.

Meski begitu, ada beberapa cara yang bisa Anda upayakan:

  • Jika Anda memiliki berat badan berlebih, usahakan untuk menurunkannya. Usaha itu tentu akan mengubah tampilan penis yang menyusut.
  • Jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan, cobalah melihat kembali jenis obat yang dikonsumsi apakah memang berpotensi memicu penyusutan penis. Tanyakan pada dokter untuk alternatif obat sebagai pengganti.
  • Olahraga dapat membantu mengatasi masalah berkaitan dengan ukuran penis, sebab aktivitas fisik dapat meningkatkan aliran darah melalui tubuh. Namun, berhati-hatilah karena olahraga spesifik yang melibatkan penis dapat menimbulkan cedera.
  • Minum banyak air.
  • Menghindari pakaian dalam dan celana ketat. Jika aliran darah terhambat, ukuran penis tentunya juga akan terpengaruh.
  • Berhenti merokok.
  • Bagi beberapa pria yang mengalami penyusutan penis setelah pengangkatan prostat, kondisinya dapat membaik dengan sendirinya dalam beberapa bulan hingga satu tahun. Rehabilitasi penis setelah operasi dapat membantu pria mendapatkan kembali fungsi ereksi, dan obat-obatan, seperti Viagra dan Cialis, dapat meningkatkan aliran darah ke penis, dan
  • Mengobati penyakit peyronie dengan pembedahan atau ultrasound. Penyusutan penis tidak dapat diubah, tetapi memperbaiki kelengkungan dapat membantu meningkatkan fungsi seksual dan mengurangi rasa sakit.

Baca juga: Bagaimana Perbandingan Ukuran Penis Indonesia dengan Negara Lain?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.