Sejauh Mana Orangtua Perlu Membicarakan Seks dengan Anak?

Kompas.com - 21/11/2020, 18:30 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

Seiring bertumbuhnya anak, keingintahuan mereka juga semakin bertambah.

Termasuk pada satu titik, di mana beberapa anak mulai bertanya tentang bagaimana adik bayi lahir dari perut ibunya.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Samanta menyarankan agar orangtua bertanya balik kepada anak, dari mana dia mendapatkan pengetahuan itu.

Jika anak menjawabnya dengan "perut", maka orangtua dapat mengoreksi kekeliruan informasi tersebut bahwa bayi keluar dari rahim.

"Kalau anak bertanya lagi, berarti dia mau tahu lebih jauh. Setiap dia tanya, tanya balik lagi dia sudah tahu sejauh apa, tahu dari mana," ucapnya.

Jika keingintahuan anak tinggi dan terus bertanya tentang prosesnya, orangtua bahkan bisa menjelaskan tentang proses persalinan, namun dengan bahasa yang dipahami anak.

Usahakan tidak justru memberi penjelasan yang membuat anak merasa takut dengan proses persalinan, terutama jika anak tersebut perempuan.

Sebab, rasa takut yang tertanam sejak kecil bisa memengaruhi proses persalinan si anak kelak.

"Ketika diinformasikan proses itu menyenangkan walaupun ada rasa sakitnya, ada kesan bahwa kehadiran bayi melengkapi si ibu dan merupakan proses yang menyenangkan," kata Samanta.

Baca juga: Pentingnya Fitur Keamanan di Medsos Anak, Orangtua Perlu Tahu

Lalu, sejauh apa orangtua perlu membicarakan seks dengan anak?

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X