Kompas.com - 23/11/2020, 09:35 WIB
Ratu Elizabeth II bersama Pangeran Philip. Foto ini merupakan foto terbaru yang dirilis Istana Buckinghan bertepatan dengan ulang tahun ke-99 Pangeran Philip. Tangkap layar via ReutersRatu Elizabeth II bersama Pangeran Philip. Foto ini merupakan foto terbaru yang dirilis Istana Buckinghan bertepatan dengan ulang tahun ke-99 Pangeran Philip.

Namun, kediaman tersebut hanya memiliki tiga kamar tidur, meskipun ukurannya mungkin jauh lebih besar daripada rata-rata kamar.

Beberapa dari ruangan itu digunakan untuk keperluan lain, seperti tiga ruangan dapur, dua untuk staf, dan satu untuk keluarga.

Tampaknya mereka sudah melakukan beberapa renovasi untuk mengakomodasi keluarga mereka yang semakin bertambah, tetapi tetap hanya dengan tiga kamar tidur.

Oleh karena itu, masuk akal bagi William dan Kate untuk berbagi kamar tidur.

Baca juga: Alasan Anggota Kerajaan Inggris Tidak Mau Mandi dengan Shower

Kualitas tidur
Dilansir AJC, gagasan tentang pasangan yang tidur di tempat tidur terpisah, atau bahkan kamar terpisah, mulai diterima di negara lain, misalnya Amerika Serikat.

Dalam survei bulan Oktober terhadap 3.000 orang Amerika di sebuah situs review kasur, hampir sepertiga dari responden mengatakan bahwa mereka ingin melakukannya, di mana satu orang tidur di kamar lain atau bahkan di luar rumah sama sekali.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di Georgia, angkanya mencapai 34 persen.

Sementara itu, dalam survei Slumber Cloud 2018, hampir setengah dari 2.000 responden mengatakan lebih suka tidur tanpa pasangan mereka, dan 19 persen menyalahkan pasangan atas kualitas tidur mereka yang buruk.

"Meskipun ada manfaat untuk tidur bersama, salah satu pasangan yang memiliki kebiasaan tidur yang mengganggu dapat memengaruhi yang lain dan meningkatkan produksi hormon stres kortisol, sehingga menyebabkan masalah yang berdampak pada pasangan secara keseluruhan," ungkap psikoterapis hubungan dan keintiman dari Houston, Mary Jo Rapini, kepada New York Times.

Rapini menambahkan, biasanya pihak yang menyukai gagasan tentang tempat tidur terpisah adalah pihak perempuan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X