Kompas.com - 23/11/2020, 09:35 WIB
Ratu Elizabeth II bersama Pangeran Philip. Foto ini merupakan foto terbaru yang dirilis Istana Buckinghan bertepatan dengan ulang tahun ke-99 Pangeran Philip. Tangkap layar via ReutersRatu Elizabeth II bersama Pangeran Philip. Foto ini merupakan foto terbaru yang dirilis Istana Buckinghan bertepatan dengan ulang tahun ke-99 Pangeran Philip.

"Perempuan lebih sensitif terhadap kebiasaan buruk pasangan tidur mereka. Kehamilan dan perubahan atau masalah hormonal juga dapat menyebabkan mereka ingin tidur sendiri," katanya.

Baca juga: Waktu Tidur Teratur, Jantung Tetap Sehat

Meski sejumlah lingkungan sosial mungkin memandangnya sebagai sebuah tanda yang kurang baik terhadap keharmonisan hubungan, menurut para ahli, istirahat yang cukup membantu seseorang mampu mengelola hidup dengan lebih fokus dan terkontrol.

Pada akhirnya, kita akan merasa lebih puas dan lebih bahagia dalam hubungan.

Menurut penulis Sleeping Apart Not Falling Apart, Jennifer Adams, ketika kedua belah pihak mendapatkan tidur malam restoratif, hal itu memungkinkan mereka untuk merasa lebih sehat secara emosional, mental, dan fisik.

Hubungan juga tidak akan diwarnai oleh kebencian dari pasangan, misalnya karena membuat mereka sulit tidur malam hari atau perasaan bersalah karena mengganggu tidur pasangannya.

"Itu (kesehatan emosional, mental, dan fisik) adalah fondasi yang baik untuk membangun dan menjaga hubungan," ungkapnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebuah studi tahun 2016 dari Paracelsus Private Medical University di Nuremberg, Jerman, menunjukkan bahwa masalah tidur dan masalah hubungan cenderung terjadi secara bersamaan.

Kurang tidur pada satu orang yang diakibatkan orang lain, seperti karena dengkuran, gelisah, atau suhu ruangan, dapat menyebabkan konflik hubungan.

Selain itu, sebuah studi tahun 2017 yang diterbitkan dalam jurnal Science Direct menemukan bahwa pasangan yang tidak cukup tidur cenderung suka bertengkar.

Meski begitu, menurut pakar hubungan Margo Regan, sebelum berpisah kamar tidur, pasangan harus memeriksa alasannya terlebih dahulu.

"Apakah itu untuk 'menjauh' atau 'menarik diri' dari pasangan Anda? Apakah ini cara untuk mencoba mengeklaim lebih banyak 'waktu sendiri' dalam hubungan? Jika demikian, mungkin ada cara lain untuk menyelesaikannya,” ungkapnya kepada Healthline.

Baca juga: Tips Dapatkan Tidur Malam Berkualitas

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X