Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 23/11/2020, 19:26 WIB

Memang perempuan asal Bandung itu sudah beberapa kali mendesain sneaker dengan motif batik. Namun kebanyakan motif batik dari Pulau Jawa, seperti megamendung dan parang.

"Jadi aku ngulik tentang batik dan ambil yang di luar Pulau Jawa biar sekalian mengenalkan. Kebanyakan masyarakat 'kan tahunya motif batik yang dari Pulau Jawa," tambah Debby.

Baca juga: Blankenheim, Sepatu Lokal yang Mendunia, Lahir dari Rasa “Dendam”

Akhirnya dipilihlah motif Batik Asmat dari Papua. Motif itu dirasa cocok dengan sneaker yang hendak Debby desain. Kebetulan dia mendambakan motif yang berpola.

Selain itu, motif batik juga terlihat elegan. Cocok dengan tema sneaker yang ingin dibuatnya.

Kebetulan, Debby memang mengaku ingin sneaker yang elegan. Bahkan ia mengubah beberapa material pada sneaker tersebut.

Sebut saja bahan kanvas yang diganti menjadi suede. Lalu shoe lace yang tadinya round menjadi flat.

"Akhirnya pas dirilis 17 Agustus kemarin banyak yang suka dan minta diperbanyak. Dari permintaan itu aku sama Patrobas ngobrol lagi," kata Debby.

Tingkat kesulitan

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Patrobas® (@patrobas.id)

Pembicaraan dengan Patrobas membuat kedua pihak setuju untuk kembali mengeluarkan sneaker Maha Nagari sebanyak 48 pasang yang tersedia dalam ukuran 38-44.

Debby mengaku membutuhkan waktu 14 hari untuk mendesain keseluruhan sneaker. Sebab ia melukis sneaker seorang diri satu per satu.

Kesulitan yang Debby alami bukan karena harus melakukan hand painting dalam jumlah banyak. Namun, kesulitan muncul karena bahan yang digunakan pada sneaker.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.