Kompas.com - 24/11/2020, 19:20 WIB

Nada dan tenor harus cukup kuat untuk membuat anak menyadari betapa salahnya itu, tetapi tidak boleh terlalu keras sehingga membuat dia takut.

3. Minta dia memperbaikinya

Jika anak kita menerima bahwa dia telah mencuri dan mengakui kesalahannya, buat dia untuk meminta maaf.

Entah membuatnya meminta maaf kepada pemilik toko atau membuatnya menulis catatan permintaan maaf.

Yang pasti, dia harus memperbaiki kesalahannya.

Dengan cara ini dia tidak hanya akan mempelajari kesalahan dari perbuatan itu, tetapi juga akan belajar untuk tidak pernah mengulanginya lagi.

4. Periksa lingkungan pertemanannya

Kita perlu memeriksa lingkungan pertemanan anak. Sebab, pertemanan memainkan peran penting dalam tindakannya.

Baca juga: Pentingnya Menanyakan Perasaan Anak di Masa Pandemi untuk Cegah Stres

Biasanya, tekanan atau tantangan dari teman sebaya membuat seorang anak berani melakukan tindakan mencuri.

Jika ternyata dia jatuh di dalam pertemanan yang mengajarkannya untuk mencuri, cobalah menjauhkannya dari teman-teman yang salah itu.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.