Orgasme dengan Vibrator Membuat Perempuan Kecanduan, Benarkah?

Kompas.com - 24/11/2020, 22:22 WIB
Ilustrasi orgasme wanita Ilustrasi orgasme wanita
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Beberapa perempuan mengaku pernah mencapai orgasme atau masturbasi dengan bantuan mainan seks (sex toy), salah satunya vibrator.

Bahkan, ada juga yang menggunakan vibrator selama penetrasi seks bersama dengan pasangan.

Nah, banyak kekhawatiran, jika vibrator digunakan secara terus-menerus akan menimbulkan kecanduan pada perempuan. Sehingga, mereka tidak bisa orgasme tanpa alat itu.

Selain itu, vibrator juga ditakutkan dapat menghalangi keintiman perempuan dengan pasangannya ketika sedang berhubungan seksual.

Lantas, apakah menggunakan vibrator benar-benar mampu membuat seorang perempuan kecanduan? Jika iya, bagaimana mengatasinya?

Seksolog yang merupakan pembawa acara podcast The Connection on Audible, Nikki Goldstein pun menjelaskan, bahwa vibrator atau mainan seks yang lain tidak akan membuat kecanduan.

Goldstein mengatakan, dalam pengalamannya, klien sering kali terbiasa dengan mainan seks tertentu seperti vibrator, namun mereka mudah sekali untuk melepaskannya.

Menurut dia, kita seharusnya tidak merasa malu dengan kebutuhan itu. Ketika bicara orgasme, setiap perempuan memiliki cara berbeda untuk mencapainya, dan bagi banyak perempuan kuncinya adalah stimulasi klitoris.

Baca juga: 7 Masalah yang Bikin Perempuan Sulit Orgasme Saat Bercinta

Faktanya, survei Cosmopolitan tahun 2015 terhadap 2.300 perempuan berusia antara 18 dan 40 tahun menemukan, bahwa hanya 15 persen perempuan yang bisa orgasme dari seks penetratif saja.

Jika khawatir bahwa vibrator akan mengurangi keintiman saat berhubungan seks dengan pasangan, maka sebaiknya diskusikan kepada pasangan, bagaimana bisa mencapai orgasme, misalnya dengan bantuan vibrator.

Pastikan untuk menekankan benda itu bukan pengganti pasangan, tetapi variasi untuk meningkatkan kehidupan seks dan membuatnya lebih menyenangkan.

"Memasukkan mainan seks bisa menjadi cara sederhana untuk membantu membuat segalanya lebih menyenangkan dan menarik," terangnya.

"Sebuah vibrator tidak bisa menggantikan sentuhan, rasa, keintiman, dan hubungan dengan manusia, tapi bisa menyebabkan kenikmatan yang intens dan merangsang," ujarnya.

Baca juga: Sejarah Vibrator dalam 3 Menit



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X