Kompas.com - 25/11/2020, 18:22 WIB

KOMPAS.com - Kabar mengejutkan datang dari pasangan Pangeran Harry dan Meghan Markle. Mereka -ternyata, belum lama ini kehilangan calon anak kedua mereka.

Dalam surat terbuka kepada New York Times, Meghan mengaku mengalami keguguran yang parah pada bulan Juli lalu.

"Pagi itu di bulan Juli saya memulai hari seperti biasa. Membuat sarapan. Beri makan anjing-anjing. Minum vitamin," tulis Meghan mengawali suratnya seperti dikutip Hello Magazine.

"Menemukan kaus kaki yang hilang. Mengambil krayon yang ada di bawah meja. Mengikat rambut ekor kuda sebelum menggendong anak saya dari tempat tidurnya," lanjut dia.

Baca juga: Hati-hati, Gigi Berlubang Saat Hamil Bisa Picu Keguguran

Namun tiba-tiba sesuatu yang tak terduga terjadi usai Duchess of Sussex mengganti popok bayi Archie.

"Setelah mengganti popoknya, saya merasakan kram yang sangat sakit. Lalu saya jatuh ke lantai dengan posisi memeluk Archie," ungkap Meghan.

Tak ingin membuat anak panik, perempuan berusia 39 tahun itu menyenandungkan lagu pengantar tidur agar suasananya tetap tenang.

Meghan juga bernyanyi dengan nada ceria walaupun perasaannya mengatakan ada sesuatu yang tidak beres.

"Aku tahu, saat aku menggenggam anak sulungku, aku kehilangan anak kedua," kata dia.

Beberapa jam setelah kejadian itu, Meghan terbaring di ranjang rumah sakit dan memegang tangan suaminya.

Dia merasakan kelembutan telapak tangan Pangeran Harry yang juga mencium buku jarinya. Meghan merasakan tangannya basah oleh air mata dia dan suami.

"Menatap pada dinding putih yang dingin, mata saya berkaca-kaca. Saya mencoba membayangkan bagaimana kita akan sembuh," lanjut Meghan.

Baca juga: Waspadai, Masalah Kesehatan Mental pada Ibu Hamil Bisa Picu Keguguran

Lalu dia teringat momen tahun lalu saat menyelesaikan tur panjang di Afrika Selatan bersama Pangeran Harry. Ketika itu Meghan merasa kelelahan.

Namun ia tetap harus menyusui Archie dan berusaha tampil kuat di muka publik.

Pada waktu bersamaan, ada seorang jurnalis yang bertanya kepadanya, "apakah kamu baik-baik saja?".

Meghan menjawab pertanyaan itu dengan jujur. "Terima kasih telah bertanya. Tidak banyak orang yang bertanya apakah aku baik-baik saja," sebut dia.

Jawaban itu ternyata menuai beragam respons. Sebab tak sedikit ibu baru, orang yang lebih tua, dan masih banyak orang lainnya yang diam-diam menderita.

"Duduk di ranjang rumah sakit, menyaksikan hati suamiku hancur saat dia mencoba memegang kepalaku, saya menyadari satu-satunya cara untuk mulai sembuh adalah bertanya, 'apakah kamu baik-baik saja?'," kata Meghan.

Dalam tulisannya yang berjudul The Losses We Share, dia merefleksikan pentingnya memerhatikan orang lain, terlepas dari banyak perbedaan di antaranya.

"Kehilangan seorang anak berarti membawa kesedihan yang hampir tak tertahankan dan ini dialami oleh banyak orang. Tapi hanya sedikit yang membicarakannya," kata Meghan.

Saat merasakan sakitnya kehilangan, dia dan Pangeran Harry melihat di dalam suatu kamar ada 100 perempuan.

Meghan berpikir, 10-20 di antara perempuan tersebut akan mengalami keguguran.

Setiap orang yang mengalami keguguran pasti merasakan sakitnya kehilangan. Tapi percakapan tentang keguguran masih tabu.

Selain itu, ada pula yang merasa malu untuk mengungkapkan kondisinya. Hal itu membuat mereka mengalami siklus berkabung sendirian.

Baca juga: Berhubungan Intim Ketika Hamil Bisa Sebabkan Keguguran, Benarkah?

Dalam suratnya Meghan melanjutkan, hari Thanksgiving ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Terlebih sebagian besar orang tidak merencanakan liburan seperti sebelumnya.

Banyak pula orang yang berpisah dari orang-orang yang dicintai, merasa sendirian, sakit, takut, terpecah belah, dan mungkin berjuang untuk menemukan sesuatu.

"Apa pun itu penting untuk disyukuri. Mari kita berkomitmen untuk bertanya kepada orang lain, 'apakah kamu baik-baik saja?'," ujar Meghan.

"Walaupun mungkin ada yang tidak setuju, tapi kebenarannya kita lebih terhubung daripada sebelumnya atas semua yang dialami, baik secara individu maupun komunitas pada tahun ini," tambah dia.

Meghan mengaku saat ini ia dan Pangeran Harry sedang menyesuaikan diri dengan keadaan normal baru.

Wajah yang ditutupi masker memaksa mereka untuk saling menatap mata. "Terkadang tatapan mata itu dipenuhi kehangatan, tapi di waktu lain diisi air mata."

"Untuk pertama kalinya, dalam waktu yang lama, sebagai manusia, kami benar-benar terhubung satu sama lain," ujar Meghan.

Baca juga: Penyebab Tak Terduga Keguguran

Di akhir suratnya dia menulis, "apakah kita baik-baik saja? Kita akan baik-baik saja."

Sementara itu, Meghan bukan satu-satunya perempuan kerajaan yang pernah mengalami keguguran.

Cucu Ratu Elizabeth lainnya, Zara Tindall pernah mengalami dua kali keguguran sebelum memiliki anak kedua.

The Countess of Wessex juga kehilangan calon anak pertamanya pada bulan Desember 2001 ketika dilarikan ke rumah sakit karena mengalami kehamilan ektopik yang berpotensi mengancam nyawa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.