Kompas.com - 25/11/2020, 18:45 WIB
Sepatu-sepatu yang menjadi bagian demo diam The Body Shop Indonesia ini adalah simbol permulaan untuk mendorong agar Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) segera disahkan. the body shopSepatu-sepatu yang menjadi bagian demo diam The Body Shop Indonesia ini adalah simbol permulaan untuk mendorong agar Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) segera disahkan.
Editor Wisnubrata

Lalu kampanye Stop Child Trafficking pada tahun 2009-2012 mendesak pemerintah untuk meratifikasi UU Perdagangan Anak tahun 2012.

Saat ini, The Body Shop terus memperjuangkan hak perempuan melalui kampanye Stop Sexual Violence yang dimulai pada tahun 2020 untuk melindungi korban kekerasan seksual.

Baca juga: Ajakan Menghapuskan Kekerasan dan Pelecehan Seksual dari The Body Shop

Kampanye Stop Sexual Violence ini juga dilakukan karena berbagai latar belakang, yakni:

1. Peningkatan kasus kekerasan selama pandemi

Penelitian yang dilakukan oleh UNFPA pada tahun 2020 memperkirakan setidaknya akan ada lebih dari 15 juta kasus kekerasan dalam rumah tangga di seluruh dunia.

Jutaan perempuan dan anak-anak di setiap negara harus berjuang untuk kelangsungan hidup mereka, bukan hanya dari Covid-19 tapi juga dari kekejaman pelaku kekerasan di dalam rumah mereka sendiri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

2. Sulitnya akses bantuan untuk para korban

Pandemi membuat korban kekerasan seksual kesulitan untuk mengakses bantuan atau mendapatkan solusi atas masalahnya.

Sebelum pandemi, mereka butuh waktu 6 bulan agar yakin untuk melapor dan berkonsultasi, hingga bercerita ke keluarga dekat.

Kemudian selama pandemi, proses tersebut harus ditambah dengan tatap muka untuk rapid test atau swab test sebelum bisa mengakses tempat aman.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.