Kompas.com - 26/11/2020, 14:03 WIB

KOMPAS.com - Rasa nyeri pada penis bisa dialami pria setelah melakukan hubungan seks.

Ada banyak kemungkinan penyebab nyeri penis, misalnya karena aktivitas seksual tertentu, infeksi, dan kondisi yang mendasarinya.

Berikut adalah beberapa penyebab yang bisa membuat penis terasa nyeri.

1. Gesekan

Gesekan saat hubungan seks dapat menyebabkan penis terasa sakit sesudahnya. Hal ini bisa menjadi lebih parah, bila seks dilakukan dengan kasar atau terlalu semangat. Gesekan juga dapat menyebabkan lecet dan perubahan warna pada penis.

Gesekan bisa menjadi lebih buruk jika pelumasan tidak mencukupi saat berhubungan seks. Sebenarnya ada banyak produk pelumas di pasaran yang bisa digunakan untuk meminimalisir gesekan yang menyebabkan rasa perih ini.

Baca juga: Hindari Menggunakan 5 Bahan Berikut untuk Pelumas Saat Bercinta

2. Reaksi alergi

Seseorang mungkin memiliki reaksi reaksi terhadap barang-barang yang mereka gunakan saat berhubungan seks, seperti kondom lateks, spermisida, atau mainan seks.

Mereka mungkin akan mengalami nyeri atau iritasi pada penis dan sekitarnya. Reaksi alergi bisa langsung muncul atau berselang beberapa waktu.

Menurut Asthma and Allergy Foundation of America, kurang dari 1% orang di Amerika Serikat memiliki alergi lateks.

Baca juga: Perhatikan, 7 Gejala Alergi yang Mungkin Tak Disadari

3. Prostatitis

Prostatitis adalah peradangan pada prostat dan sekitarnya. Prostatis bisa akut atau kronis. Pembengkakan dan peradangan pada prostat dapat menyebabkan seseorang mengalami nyeri atau ketidaknyamanan pada penis, terutama setelah ejakulasi.

Institut Nasional Diabetes dan Penyakit Pencernaan dan Ginjal mencatat bahwa penyebab pasti prostatitis tidak diketahui, tetapi mungkin terjadi karena:

  • infeksi bakteri
  • bahan kimia dalam urin
  • infeksi saluran kemih sebelumnya (ISK) yang menyebabkan respons dalam sistem kekebalan
  • kerusakan saraf panggul
  • Phimosis

Phimosis adalah suatu kondisi di mana kulup terlalu ketat untuk ditarik ke atas kepala penis. Phimosis hanya dialami orang yang belum menjalani sunat, dan ini lebih sering terjadi pada masa kanak-kanak.

Kemungkinan penyebabnya termasuk infeksi, iritasi kulit, dan kondisi kulit tertentu.

Saat hubungan seks, phimosis dapat menyebabkan rasa sakit, kulit pecah, atau sensasi lainnya. Mengenakan kondom dan menggunakan pelumas dapat membantu membuat hubungan seksual lebih nyaman.

Baca juga: Yang Harus Kita Lakukan Sekarang untuk Mencegah Kanker Prostat Nanti

4. Balanitis

Balanitis adalah peradangan pada kepala penis, yang dapat menyebabkan perubahan warna, pembengkakan, dan nyeri seperti tertekan.

Orang juga mungkin mengalami gatal dan iritasi. Gejala ini dapat terjadi di bawah kulup dalam beberapa hari setelah melakukan hubungan seksual.

Seks tanpa kondom, kebersihan yang buruk, alergi, dan bahan kimia dapat meningkatkan risiko balanitis.

Seseorang juga dapat menderita balanitis jika mereka melakukan aktivitas seksual dengan seseorang yang menderita sariawan vagina.

Orang dengan kecenderungan balanitis setelah hubungan seks dapat mengurangi risikonya dengan mencuci bersih penis setelah melakukan aktivitas seksual.

Baca juga: Ukuran Penis Ternyata Bisa Menyusut, Ketahui 6 Penyebabnya

5. Infeksi menular seksual

Dalam beberapa kasus, penis yang sakit atau teriritasi dapat mengindikasikan infeksi menular seksual (IMS). Beberapa IMS yang umum termasuk herpes kelamin, klamidia, gonore, dan sifilis.

Gejala IMS lainnya dapat mencakup:

  • Sensasi gatal atau terbakar di penis
  • Keluarnya cairan dari penis
  • Luka, lecet, atau benjolan di sekitar penis, anus, atau mulut
  • Nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil
  • Sering buang air kecil
  • Infeksi saluran kemih

Jika ada bakteri di sistem pencernaan saluran kemih, mereka dapat berkembang biak dan menyebabkan ISK. Infeksi ini dapat menyebabkan iritasi dan peradangan pada penis.

Gejala ISK dapat meliputi:

  • Nyeri di perut bagian bawah, area panggul, dan punggung bawah
  • Sering buang air kecil
  • Terbakar atau nyeri saat buang air kecil
  • Urin keruh
  • Urin berbau tidak sedap

Baca juga: 7 Penyebab Penis Gatal dan Cara Mengatasinya

Diagnosa

Jika kamu tidak yakin apa yang menyebabkan nyeri pada penis, lakukan konsultasi dengan dokter.

Dokter akan mendiagnosis dengan melihat riwayat medis, gejala yang kamu alami dan melakukan pemeriksaan fisik.

Kamu juga akan diminta untuk menjalani tes darah, sampel urin, dan sampel cairan dari penis yang dapat membantu dokter mendiagnosis IMS atau infeksi lainnya.

Untuk mendiagnosis prostatitis, dokter mungkin memasukkan jari bersarung yang dilumasi ke dalam rektum untuk memeriksa prostat.

Yang bisa dilakukan di rumah

Orang mungkin dapat mengobati beberapa kasus sakit penis di rumah. Langkah-langkah berikut dapat membantu meredakan iritasi atau nyeri ringan:

  • Mencuci penis dengan air hangat, termasuk di bawah kulup
  • Mengeringkan kepala penis dengan lembut setelah mandi dan pergi ke toilet
  • Mencuci penis dengan air garam, yang dapat membantu meredakan gejala tidak nyaman, seperti gatal
  • Mengonsumsi pereda nyeri yang dijual bebas untuk mengurangi nyeri atau nyeri seperti tertekan

Pencegahan

Nyeri pada penis setelah berhubungan seks sebenarnya bisa dicegah, berikut cara yang bisa kamu coba:

  • Menahan diri untuk tidak melakukan hubungan seks yang kasar atau berlebihan
  • Menggunakan kondom hipoalergenik dan menghindari produk yang dapat menyebabkan iritasi
  • Menjalani tes reguler untuk IMS dan mendiskusikannya dengan pasangan seksual
  • Menjaga kebersihan alat kelamin 
  • Mencuci tangan sebelum dan sesudah ke toilet
  • Membersihkan bagian bawah kulup dengan sabun dan air hangat
  • Menggunakan pelumas berbahan dasar minyak saat berhubungan seks untuk membantu mencegah iritasi akibat gesekan

Baca juga: Bawang Putih Dioles ke Alat Vital, Benarkah Bisa Besarkan Penis?

Kapan harus ke dokter

Kamu mungkin ingin ke dokter jika tidak yakin apa yang menyebabkan penis menjadi sakit setelah berhubungan seks, terutama jika perawatan di rumah sudah tidak lagi efektif.

Jika gejala makin parah, rasa nyeri semakin hebat atau memiliki gejala kondisi seperti prostatitis atau IMS kamu harus menemui dokter untuk diagnosis dan pengobatan.

Terlebih jika hal berikut ini kamu alami:

  • Reaksi alergi yang parah
  • Trauma penis yang parah
  • Ketidakmampuan total untuk buang air kecil
  • Demam dan menggigil dengan masalah buang air kecil
  • Adanya darah dalam urin
  • Nyeri hebat di perut bagian bawah dan saluran kemih

Baca juga: 6 Penyebab Umum Penis Berwarna Keunguan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.