Kompas.com - 27/11/2020, 09:31 WIB
Ilustrasi Sehat dan Bahagia. ShutterstockIlustrasi Sehat dan Bahagia.

KOMPAS.com - Demi umur panjang dan mendapatkan tampilan awet muda, banyak orang terobsesi mengejar berat badan ideal atau membeli krim-kirim perawatan mahal untuk menutupi kerutan di wajah.

Namun, rutinitas tersebut sebetulnya hanya menghabiskan waktu berharga kita.

Penulis ilmiah sekaligus penulis buku dengan penjualan terbaik, "Growing Young: How Friendship, Optimism, and Kindness Can Help You Live to 100", Marta Zaraska, menyoroti pentingnya faktor penentu kesehatan sosial.

Ini merupakan kondisi pribadi dan antarpribadi di mana kita hidup, bekerja dan bermain.

Ada sejumlah faktor berbasis ilmiah yang memengaruhi seberapa sehat kita, berapa lama kita hidup dan seberapa baik kita menua.

Berdasarkan penelitian mendalam, Zaraska telah sampai pada kesimpulan bahwa, jika tujuan kita adalah untuk hidup lebih lama dan lebih baik, kita perlu menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengembangkan kebiasaan-kebiasaan sehat.

Ini bisa kita contoh dari orang-orang yang berumur panjang dan tampak tidak menua, di antaranya:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Hubungan personal yang berkualitas
Meskipun umur panjang dan seberapa baik kita menua juga dipengaruhi gen, penelitian yang dilakukan Zaraska menyimpulkan bahwa gen kita hanya memengaruhi 20- 25 persen gambaran total.

Faktor yang lebih signifikan adalah kualitas hubungan kita dengan orang-orang terdekat.

Sebuah studi tahun 2020 menunjukkan bahwa isolasi sosial berkaitan dengan tingkat peradangan yang lebih tinggi.

Sementara peradangan adalah awal dari kemunculan sejumlah penyakit dan kondisi yang dapat memperpendek umur serta mengganggu kualitas hidup kita, termasuk kondisi seperti penyakit jantung, kanker dan diabetes.

Memprioritaskan hubungan pribadi dengan orang-orang terdekat, terutama pasangan, dan membuat satu sama lain bahagia bisa membuat seseorang keluar dari perasaan terisolasi dan lebih bahagia.

Baca juga: Bersyukur, Bikin Bahagia Sekaligus Menyehatkan Fisik

2. Memelihara jaringan sosial
"Selain menghindari tembakau, berinvestasi dalam hubungan sosial yang baik mungkin menjadi hal terbaik yang bisa kita lakukan demi umur panjang," tulis Zaraska.

Memiliki dukungan sosial yang kuat, termasuk emosional dan finansial, bisa menurunkan risiko kematian dini hingga 50 persen.

Sayangnya, banyak orang tidak memiliki ini. Namun, kabar baiknya, kondisi tersebut bisa diperbaiki.

Zaraska menyarankan untuk menjalin kembali komunikasi dengan kerabatmu dan merencanakan sesuatu bersama, meskipun saat ini mungkin rencana tersebut harus dijalankan dari jarak jauh.

Kamu juga bisa mencari teman-teman baru melalui aktivitas yang kamu sukai.

Baca juga: Isolasi Sosial Berdampak Buruk Bagi Kesehatan, Ini Cara Mengatasinya

3. Membantu orang lain
Banyak dari kita mungkin banyak yang tak mengetahui bahwa membantu orang lain ternyata dapat membantu mengurangi stres dan memicu serangkaian perubahan fisiologis dalam tubuh

Pada akhirnya, praktik ini dapat meningkatkan kualitas kesehatan kita, termasuk mengurangi tekanan darah dan mengurangi peradangan, sehingga kita dapat menghasilkan hidup yang lebih lama dan lebih baik.

Zaraska merekomendasikan untuk melakukan kebaikan apa saja yang kita mampu, seperti menjadi sukarelawan mendonasikan uang, atau kegiatan lainnya.

4. Berpikiran positif
Sebuah studi tahun 2019 menunjukkan bahwa optimisme berkaitan dengan masa hidup yang lebih panjang, bahkan "umur panjang yang luar biasa".

Adapun definisi "umur panjang yang luar biasa" adalah hidup hingga usia 85 tahun atau lebih.

Zaraska juga telah mengamati bahwa berpikiran positif dapat menambah usia rata-rata hingga 10 tahun.

Memiliki pandangan positif terhadap hidup panjang dan bahagia penting untuk kita.

Lakukan apapun yang bisa membuatmu bahagia, bahkan jika itu memerlukan perubahan kepribadian.

Jika semua usaha gagal, tunggu dan coba lagi.

Menurutnya, sifat manusia cenderung bergeser seiring bertambahnya usia, menjadi lebih stabil secara emosi dan lebih bahagia.

Baca juga: Cerita Umur Panjang Mereka yang Berusia di Atas 100 Tahun

5. Memiliki sikap hati-hati
Orang-orang yang berumur panjang dan sehat cenderung mengembangkan kualitas kehati-hatiannya.

Kehati-hatian adalah kualitas yang membuat seseorang lebih terorganisasi, ceria dan rajin.

Orang-orang yang menerapkannya juga cenderung membuat pilihan-pilihan yang lebih sehat.

Misalnya, memilih lebih cepat pulang ke rumah daripada mampir untuk nongkrong di kafe ketika pulang kerja, sehingga mereka bisa bangun lebih bagi untuk berolahraga.

Di samping itu, mereka juga memilih teman-teman dan pasangan yang lebih baik, stabil dalam pekerjaan dan cenderung antisipatif dalam menjalani hidup.

Jika kamu bukan orang yang seperti itu namun ingin berubah, tidak ada kata terlambat.

Mulailah menjadi pribadi yang lebih teliti dan terorganisasi, misalnya dengan hal sederhana seperti mengatur kaus kaki di laci.

Tingkatkan kemampuan tersebut dengan mengatur ruangan dapur atau ruangan lainnya.

Ketika kamu memiliki janji di pagi hari, siapkan segala sesuatunya di malam harinya sehingga di keesokan harinya kamu akan lebih siap menjalani aktivitas.

Baca juga: Terungkap, Rahasia Umur Panjang Watanabe-Pria Tertua di Dunia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.