Kompas.com - 27/11/2020, 10:38 WIB

KOMPAS.com - Ada banyak jenis kebutuhan khusus yang terlihat secara jelas saat anak-anak masih kecil.

Tetapi ada juga tanda-tanda yang perlu dilihat dengan seksama dan mungkin merupakan indikasi masalah yang membutuhkan intervensi kita sebagai orangtua.

Beberapa bentuk disabilitas seperti gangguan penglihatan, cerebral palsy, gangguan pendengaran mungkin lebih mudah dideteksi.

Baca juga: Curhat Anak Berkebutuhan Khusus pada Menteri Yohana

Sedangkan ketidakmampuan belajar seperti disleksia, disgrafi, diskalkulia, autisme, dan gangguan defisit perhatian akan lebih sulit dideteksi pada awalnya.

Memang, setiap anak berbeda dan berkembang dengan kecepatannya sendiri, namun ada tonggak yang penting untuk dipantau.

Bahasa, perkembangan motorik, dan keterlambatan sensorik dapat diidentifikasi pada tahun pertama kehidupan anak.

Sementara aktivitas yang berlebihan, seperti sering mengoyangkan kepala, menggigit diri sendiri, dan reaksi tidak pantas lainnya, dapat memberi kita indikasi kemungkinan adanya masalah perilaku.

Nah, berikut ini adalah beberapa tanda dan gejala yang bisa menjadi indikator dini untuk anak-anak berkebutuhan khusus, dan perlu mendapat penanganan lebih lanjut.

• Gagal memerhatikan detail

Anak gagal memerhatikan detail, mempertahankan perhatian atas aktivitas bermain. Tidak mendengarkan saat diajak bicara secara langsung, atau susah fokus.

• Keterampilan organisasi

Jika anak tidak dapat mengikuti instruksi dan gagal menyelesaikan tugas dan tanggung jawab dasar, dia mungkin kesulitan dengan keterampilan organisasi.

Baca juga: Metode Khitan yang Tepat pada Anak Berkebutuhan Khusus

• Mengabaikan tugas

Anak mengabaikan tugas yang membutuhkan perhatian dan konsentrasi berkelanjutan. Dia pun menjadi pelupa, menunjukkan kecerobohan dan mudah teralihkan.

• Berbicara terlalu banyak

Berbicara terlalu banyak, dan menjadi gelisah, serta mengalami kesulitan dengan permainan yang tenang.

• Mengganggu percakapan

Anak semacam ini biasanya tidak bisa menunggu giliran untuk berbicara. Anak itu tampaknya terus-menerus 'berpergian'.

• Kesulitan dalam belajar bahasa

Anak mengalami kesulitan dalam belajar bahasa, dan ketidakmampuan membaca materi yang sesuai dengan usianya.

Juga, kekurangan dalam keterampilan mengeja atau bahasa lisan yang tidak sesuai dengan usia atau tingkat kelas yang diharapkan.

• Perbedaan ekspresi

Ada perbedaan ekspresi lisan anak dan ekspresi tertulis dapat menjadi indikator kemungkinan disgrafia.

Disgrafia adalah kondisi anak mengalami kesulitan belajar menulis kata-kata dan kalimat dengan jelas serta benar.

Baca juga: Membangun Mental Anak Berkebutuhan Khusus Lewat Sentuhan

• Kesulitan matematika

Anak kesulitan mengenali dan dan belajar berhitung serta mengenali angka.

Biasanya anak akan mengenali pola sebagai hal yang sulit, kehilangan jejak saat menghitung, dan memperkirakan waktu juga merupakan tantangan.

• Sulit memproses konsep visual-spasial

Kesulitan ini juga termasuk pada diagram dan grafik, serta representasi bergambar matematika lainnya.

Dari semua contoh kondisi di atas, kunci untuk deteksi dini dan prognosis yang lebih baik adalah intervensi dini.

Semakin cepat kita mengidentifikasi, menerima, dan mencari bantuan, semakin baik bagi anak kita.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.