Kompas.com - 27/11/2020, 11:33 WIB
Ilustrasi. shutterstockIlustrasi.

KOMPAS.com— Kasus mimisan pada anak cukup umum terjadi, yang berarti orangtua perlu bersiap menghadapinya.

Kebanyakan mimisan pada anak-anak tak akan berlangsung lama dan hanya seperti pendarahan ringan yang reda dalam beberapa menit.

Terkadang darah mimisan yang keluar seperti sangat banyak hingga mengotori pakaian namun, hal itu tidak akan membuat anak kehilangan banyak darah.

Faktanya, biasanya saat anak mimisan darah yang keluar hanya beberapa sendok makan penuh.

Bahkan jika anak mengalami sedikit pendarahan selama beberapa hari atau minggu, kemungkinan mereka kehilangan jumlah darah yang masuk dalam kategori berbahaya sangatlah rendah.

Mimisan akan berbahaya jika mereka mengeluarkan darah selama terus-menerus selama berbulan-bulan.

Baca juga: Waspadai, Ini 5 Penyebab Mimisan di Malam Hari

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Apa penyebab mimisan pada anak?

Kebanyakan mimisan terkait dengan aktivitas biasa yang tak terbahaya seperti terbentur di taman bermain, mengupil, atau bahkan menggunakan tisu terlalu kasar atau terlalu sering.

Mimisan, yang dalam istilah medis dikenal sebagai epistaksis, terjadi ketika pembuluh darah kecil yang rapuh di dalam hidung pecah.

Di dalam hidung, ada lapisan septum tengah, dimana sekumpulan pembuluh darah kecil yang rapuh berada sangat dekat dengan permukaan, yang disebut Little’s Area. Pembuluh darah itu sangat halus dan rapuh. Sehingga, trauma sekecil apa pun dapat menyebabkannya robek, rusak, dan berdarah.

IlustrasiShutterstock Ilustrasi

Selain benturan, berikut adalah beberpa faktor yang menyebabkan anak mimisan.

1. Pilek dan infeksi

Infeksi hidung atau sinus apa pun akan menyebabkan Little’s Area meradang dan menjadi sensitif. Hal ini membuat hidung rentan terhadap terjadi perdarahan.

Banyaknya lendir atau ingus yang mengumpul di hidung saat pilek membuat jari-jari anak gatal untuk mengjangkaunya.

Jari-jari itulah yang menyebabkan ingus yang kering merobek pembulih darah di bawahnya, yang kemudian akan menjadi mimisan

Baca juga: Membedakan Gejala Pilek, Flu dan Covid-19

2. Perubahan cuaca

Kondisi panas dan kering cenderung mengeringkan selaput hidung, yang menyebabkan Little’s Area menjadi lebih halus dan rapuh, membuatnya lebih mudah retak dan berdarah. Hal yang sama berlaku saat si kecil terlalu lama berada di ruangan berpendingin.

3. Sembelit atau batuk

Mengejan berlebihan akan meningkatkan tekanan di dalam pembuluh darah kecil, hal ini akan meningkatkan kemungkinan meletusnya pembuluh darah di hidung dan terjadilah mimisan.

4. Alergi serbuk bunga

Rinitis alergi kronis menyebabkan peradangan kronis dan masalah ingus di dalam hidung.

Baca juga: Pilek Pagi Hari, Tanda-tanda Rinitis Alergi

5. Benda asing

Anak-anak suka mengorek hidung mereka atau pada balita terkadang mereka memasukkan benda asing ke sana. 

Ilustrasi. Ilustrasi.

6. Masalah medis lainnya

Mimisan menjadi hal yang tidak biasa ketika dibarengi dengan munculnya beberapa memar dalam tubuh anak. Apalagi memar kemudian muncul hanya karena benturan kecil yang dialami buah hatimu.

Jika ini terjadi anak mungkin sedang mengalami masalah kesehatan lain seperti, gangguan pembekuan darah. Untuk mendapatkan diagnosa yang tepat, bawalah anak ke dokter.

Baca juga: Balita Boleh Makan Sushi Ikan Mentah, Asalkan...

Cara melakukan pertolongan pertama

Mimisan mungkin akan membuat anak, dan orangtua panik, terutama saat melihat darah segar yang mengalir. Tapi mimisan pada anak-anak biasanya tidak menyakitkan.

Cobalah untuk menenangkan anak. Menjerit dan menangis hanya akan memperburuk keadaan.

Mintalah anak untuk duduk, kemudian mencondongkan tubuh ke depan, sehingga setiap darah yang keluar akan menetes ke lantai. Ini juga akan mencegah anak menelan terlalu banyak darah.

Remas bagian depan hidung dengan lembut, pegang tepat di depan jembatan tulang. Bila anak sudah memahami instruksi,  mereka bisa melakukan sendiri.

Jangan lepaskan pegangan, dan terus remas hidung selama sepuluh menit. Cara ini akan memastikan pendarahan berhenti. Karena darah membutuhkan waktu beberapa menit untuk menggumpal dan menyumbat pembuluh darah.

Setelah 10 menit, goyang-goyangkan dengan lembut. Jika masih ada pendarahan, jangan panik. Mulailah memeras 10 menit lagi.

Baca juga: Yang Harus Dilakukan Saat Anak Mimisan

Minta anak untuk memuntahkan darah yang mengalir ke mulut. Darah yang tertelan bisa menyebabkan muntah yang hanya akan memperburuk darah di hidung.

Beri kantung es atau handuk dingin di leher juga membantu membuat mereka merasa lebih nyaman dan juga mempercepat penghentian pendarahan.

Beri mereka minuman dingin atau es untuk diisap, selain enak dan menenangkan anak, ini juga bisa membantu menghentikan perdarahan.

Setelah perdarahan berhenti, biarkan anak-anak istirahat selama satu atau dua hari, hindari benturan yang tidak perlu.

Hindari makanan dan minuman panas, atau berendam bak mandi panas, karena dapat mengencerkan darah. Selain itu, pastikan anak tidak mengorek hidung mereka selama beberapa hari.

Baca juga: Pentingnya Fitur Keamanan di Medsos Anak, Orangtua Perlu Tahu

Kapan perlu ke dokter?

Jika setelah 30-40 menit menekan, pendarahan tidak berhenti, bawa anak ke dokter untuk diidentifiaksi penyebabnya.

Terkadang hidung perlu dibalut dengan kain kasa untuk menjaga agar pembuluh darah tetap tertutup, atau antibiotik diresepkan untuk mengobati infeksi apa pun.

Bagaimana jika anak terus mimisan?

Beberapa anak cenderung mimisan secara teratur. Namun, orangtua tidak perlu khawatir.

Mungkin strategi yang paling penting, setelah menghentikan kebiasaan mereka untuk mengupil dan mengorek hidung, orangtua juga harus menjaga bagian dalam hidung anak agar tetap lembab.

Orangtua bisa mengoleskan salep berbahan alami agar area hidung tetap lembab dan tidak kering.  Jika tetap tidak berhasil, bawa anak ke dokter untuk pemeriksaan.

Baca juga: Cara Mengatasi Mimisan dengan Tepat dan Cepat



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.