Kompas.com - 29/11/2020, 22:00 WIB
Ilustrasi penis Tanawut PunketnakornIlustrasi penis

KOMPAS.com - Jika penis Anda tidak berdiri tegak ketika ereksi, jangan dulu khawatir berlebihan karena Anda tidak sendiri.

Beberapa pria secara alami memiliki bentuk penis yang bengkok secara anatomi.

Namun, sebagian lainnya mengalami penyakit Peyronie, di mana jaringan luka di mana jaringan parut di penis menyebabkannya membengkok saat ereksi.

Dilansir WebMD, pada penderita Peyronie, bengkokan penis pada umumnya mengarah ke atas, meskipun arahnya sebenarnya bisa ke mana saja.

Lengkungannya bisa sedikit atau parah, bahkan hingga lebih dari 90 derajat.

Tidak ada yang tahu pasti berapa banyak pria yang menderita penyakit Peyronie, tapi para ahli berpendapat jumlahnya mungkin antara 5-10 persen, dan lebih sering terjadi pada pria di atas 40 tahun.

Banyak dokter menduga penyakit Peyronie terjadi akibat cedera ringan pada penis saat berhubungan seks.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ini bisa terjadi ketika ereksi kurang kuat, yang pada akhirnya memungkinkan penis menekuk. Tetapi banyak pria dengan penyakit Peyronie tidak ingat pernah mengalami itu.

Selain itu, faktor gen juga dapat berperan terhadap risiko seseorang mengalami Peyronie.

Peyronie bukan kanker, dan tidak ada bukti bahwa itu disebabkan oleh penyakit menular seksual.

Halaman:


Sumber WebMD,NHS
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.