Kompas.com - 30/11/2020, 09:15 WIB
Ilustrasi Stretch Mark shutterstockIlustrasi Stretch Mark

KOMPAS.com - Ada banyak perubahan yang dialami seorang ibu setelah memiliki bayi, termasuk perubahan fisik.

Salah satunya adalah munculnya stretch mark.

Dilansir WebMD, stretch mark muncul ketika tubuh tumbuh lebih cepat dari kemampuan kulit.

Kondisi ini menyebabkan serat elastis yang berada tepat di bawah permukaan kulit pecah, sehingga menimbulkan stretch mark.

Menurut American Academy of Dermstology, sekitar 90 persen wanita akan mendapatkannya setelah bulan keenam atau ketujuh kehamilan.

Selama hamil sembilan bulan, berat badan seseorang bisa naik lebih dari 10 kg.

Menurut profesor klinis dermatologi di Mount Sinai School of Medicine di New York City, Heidi Waldorf, MD, pertumbuhan secepat itu bisa menimbulkan stretch mark, terutama di perut dan payudara.

Namun, stretch mark juga bisa muncul di area paha, bokong dan lengan atas.

Stretch mark sering kali diawali dengan berwarna kemerahan atau ungu, tetapi setelah kehamilan secara bertahap memudar menjadi putih atau abu-abu.

Profesor klinis dermatologi di Tulane University School of Medicine, Mary Lupo, MD mengatakan, idealnya kenaikan berat badan yang tidak berlangsung secara perlahan bisa berdampak pada seberapa banyak seseorang mendapatkan stretch mark.

Selain itu, faktor genetika juga dapat memengaruhi kondisi ini.

Jika seseorang memiliki kulit yang lebih cerah, dia akan cenderung mendapatkan stretch mark merah muda.

Sementara wanita berkulit gelap cenderung mengalami stretch mark yang lebih cerah dari warna kulit mereka.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Menggaruk Kulit saat Menstruasi Picu Stretch Mark

Menyamarkan stretch mark
Meskipun beberapa stretch mark akan memudar secara alami dan menjadi menjadi garis keperakan, garis lainnya akan tetap lebih gelap dan lebih mencolok.

Menurut Waldorf, waktu terbaik untuk merawatnya adalah ketika stretch mark masih kemerahan.

Beberapa perawatan yang bisa dilakukn untuk menyamarkan stretch mark, antara lain:

  • Penggunaan gel yang dibuat dengan campuran ekstrak bawang merah dan asam hialuronat. Sebuah penelitian mengungkapkan, orang yang menggunakan gel mengalami tanda stretch mark yang memudar setelah 12 minggu penggunaan sehari-hari.
  • Penggunaan retinoid yang diresepkan oleh dokter kulit. Menurut Waldorf, cara ini dapat mempercepat pergantian sel dan dapat merangsang pertumbuhan kolagen baru, yang mengarah ke kulit yang lebih padat dan lebih sehat. Namun, hindari penggunaan retinoid ketika hamil atau menyusui.
  • Perawatan klinik lainnya, termasuk laser yang memanaskan kulit. Cara tersrbut dapat merangsang pertumbuhan kolagen dan mengecilkan pembuluh darah yang membesar. Menurut Dokter kulit dari Montclair, New Jersey, Jeanine B. Downie, MD, kemungkinan diperlukan beberapa sesi untuk melihat hasil, dan
  • Dermabrasi juga dapat membantu memperbarui kulit, namun jangan berharap dapat terjadi perubahan besar.

Namun, stretch mark tidak berbahaya dan beberapa wanita mencoba menerima penampilan baru kulit baru mereka setelah bayinya lahir.

Baca juga: Ashley Graham Pamerkan Stretch Mark Saat Menjadi Model Bikini



Sumber WebMD
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X