Kompas.com - 30/11/2020, 14:08 WIB
Ilustrasi kehamilan SHUTTERSTOCKIlustrasi kehamilan

KOMPAS.com-- Alergi merupakan penyakit yang sering dianggap sepele, namun sebenarnya bisa berakibat fatal. Penyakit ini sangat dipengaruhi oleh faktor genetik dan lewat penelitian terbaru, kini alergi anak bisa diprediksi sejak dalam kandungan.

Baru-baru ini ditemukan bahwa para ibu dapat "menularkan" alergi mereka kepada bayinya bahkan sebelum kelahiran.

Kesimpulan itu ditemukan dalam studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Science dan dilakukan oleh tim ilmuwan dari Singapura.

Untuk menguji teori ini, para ilmuwan menggunakan model hewan yakni, tikus yang baru lahir dan induknya. Dengan ini, para peneliti menemukan bahwa imunoglobulin E (IgE) dari induk, antibodi kunci yang memicu reaksi alergi di dalam tubuh, ternyata dapat melewati plasenta dan memasuki janin.

Hal ini menyebabkan antibodi mengikat dirinya pada sel kekebalan janin yang bertanggung jawab untuk melepaskan bahan kimia, yang dapat memicu reaksi alergi seperti hidung selalu berair setiap pagi dan asma.

Baca juga: Anak Punya Alergi, Beyonce Pelihara 80 Ribu Lebah

Ketika bayi tikus lahir, mereka ditemukan mengembangkan reaksi alergi yang sama terhadap alergen yang juga dialami induk tikus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ditemukan juga bahwa saat dipicu oleh alergen ini, tikus yang baru lahir segera menunjukkan alerginya pada paparan pertama, tidak seperti tikus dewasa yang bereaksi hanya setelah dua kali paparan.

Peneliti juga mencatat bahwa perpindahan alergi memudar seiring berjalannya waktu. Karena reaksi alergi yang dialami bayi tikus hanya berlangsung selama empat minggu dan akan menghilang secara keseluruhan pada enam minggu.

Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa IgE ibu yang masuk ke dalam plasenta juga bisa terjadi pada bayi manusia.

Temuan dapat membantu dalam menemukan pencegahan transfer alergi

Peneliti optimis ini bisa menjadi langkah besar pertama dalam menemukan strategi intervensi baru untuk mencegah lebih banyak perpindahan alergi antara ibu dan bayinya.


Baca juga: Waspadai, Dampak Alergi Susu Sapi pada Anak Jika Tak Segera Diatasi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.