KOMPAS.com - Kabar duka datang dari kawasan Penjaringan, Jakarta Utara. Seorang siswi SMP kelas VII dikabarkan mengakhiri hidupnya karena tekanan dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ), belum lama ini.
PJJ memang tak selalu menjadi hal yang mudah untuk dijalani olah anak-anak, khususnya mereka yang berusia remaja, dan termasuk orangtuanya.
Ada sejumlah faktor yang bisa memicu perasaan tertekan, bahkan stres pada remaja dalam proses belajar dari rumah, salah satunya adalah kesulitan memahami materi pelajaran.
Baca juga: Bisa Ditiru, Kiat Donna Agnesia Cegah Stres Saat Temani Anak PJJ
Kesulitan memahami materi ini membuat mereka tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sekolahnya dengan baik dan optimal, hingga berujung pada tekanan mental.
Dalam konteks ini, peran orangtua dalam mendampingi anak-anak menjadi sangat penting.
Sayangnya, tidak setiap orangtua memiliki waktu dan atensi yang sesuai dengan kebutuhan si anak.
Akibatnya, tak jarang anak-anak menjadi merasa kurang mendapatkan dukungan dan perhatian dari orangtua, hingga bisa berakibat fatal.
Psikolog anak dan keluarga, Anna Surti Ariani atau yang akrab disapa Nina, menjelaskan hal tersebut dalam perbincangan dengan Kompas.com, Senin (30/11/2020).
Nina mengatakan, masing-masing orangtua memiliki karakter yang berlainan. Ada tipe yang memang mau mendengarkan anak, dan ada pula yang tidak mau mendengarkan alias cuek.
Namun, lanjut dia, kadang-kadang alasan orangtua tidak mau mendengarkan anak adalah karena orangtua tidak tahu cara mendengarkan, atau tidak mampu mendengarkan.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.