Kompas.com - 01/12/2020, 07:03 WIB
Ilustrasi kesehatan jiwa ShutterstockIlustrasi kesehatan jiwa

Sebaliknya, orangtua tidak boleh memarahi atau mengatur-ngatur mereka. Apalagi, anak-anak usia remaja itu sangat sensitif dan secara emosional relatif belum stabil, jika mendapat penolakan keras.

"Sebenarnya, masa remaja itu titik pusatnya bukan orangtua. Jadi, menjaga kesehatan mental remaja di masa pandemi seperti ini kuncinya adalah memberikan fasilitas untuk bisa bergaul," jelas dia.

Baca juga: 5 Langkah untuk Mengelola Stres pada Anak Saat Belajar Online

Masa pandemi yang mengharuskan semua orang tetap berada di rumah juga menjadi momentum orangtua untuk mendengarkan keluhan anak remajanya.

"Karena kegiatan belajar dan bekerja dilakukan di rumah, orangtua dan anak-anak punya lebih banyak waktu untuk ngobrol bersama."

"Jadi, orangtua bisa menanyakan apa yang terjadi pada anak-anaknya hari ini dan apa yang perlu diubah supaya besok menjadi lebih baik," imbuh Nina.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.