Kompas.com - 01/12/2020, 16:24 WIB

KOMPAS.com - Tanaman hias dapat tumbuh subur selama berada di lingkungan yang kaya nutrisi, dengan air, sinar matahari, dan udara yang cukup.

Namun seiring waktu, tanaman akan menggunakan banyak nutrisi tanah dan bahan organiknya.

"Akibatnya tanah menjadi terkuras dan keras, dan tidak menahan air atau nutrisi," kata Jeana Myers, agen penyuluhan hortikultura di North Carolina State.

Agar tanaman tetap sehat, kita perlu mengganti tanah lama di pot dengan tanah segar.

Tapi, kapan sebaiknya kita mengganti tanah di pot?

"Tanaman hias yang tumbuh lebih cepat seperti pothos dan violet Afrika akan mendapat manfaat dari penggantian pot tahunan dengan tanah segar," kata Myers.

Sementara itu, tanaman yang tumbuh lebih lambat seperti kaktus dan sansevieria (lidah ibu mertua), dapat dipindahkan ke pot yang berisi tanah baru setiap satu setengah hingga dua tahun.

Baca juga: Trik Bikin Tanaman Keladi Jadi Rimbun dengan Memotong Umbinya

Myers mengatakan, waktu yang tepat untuk mengganti pot tanaman hias menggunakan tanah segar adalah di musim semi, saat matahari bersinar cerah.

"Ada banyak sinar matahari selama waktu itu, jadi tanaman akan memiliki pertumbuhan akar yang signifikan," tutur dia.

Namun, ada beberapa kondisi di mana penggantian tanah baru harus segera dilakukan. Seperti:

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.