Kompas.com - 01/12/2020, 17:18 WIB
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Helm sepeda adalah barang yang wajib dipakai saat kita menggowes sepeda di jalan raya.

Fungsi helm sepeda adalah melindungi kepala kita dari cedera akibat kondisi yang tidak diinginkan, seperti terjatuh dari sepeda, tabrakan, menghantam lubang, dan sebagainya.

Nah, jika helm sepeda yang kamu miliki sudah lama disimpan di garasi dan berdebu, kamu tentu penasaran apakah helm tersebut masih berfungsi dengan baik atau tidak.

Menurut para ahli, apabila helm sepeda pernah kita pakai saat terkena kecelakaan, sebaiknya helm itu diganti dengan yang baru.

"Helm sepeda bisa saja terlihat baik-baik saja setelah kita kecelakaan, namun mungkin ada bagiannya yang mengalami kerusakan," kata Rich Handel, pemimpin proyek uji coba di Consumer Reports.

Cangkang plastik luar pada helm memang dapat kembali ke bentuk yang normal, namun ada kemungkinan busa bagian dalam sudah mengalami kerusakan yang tidak terihat secara kasat mata.

"Bila busa itu mengalami tekanan dan kerusakan, kita mengurangi tingkat keamanan pada helm yang kita miliki," sebut Handel. "Helm itu tidak akan melindungi kepala."

Produsen helm sepeda menyarankan untuk mengganti helm setiap tiga hingga lima tahun.

Sayangnya, tidak ada standar baku yang ditetapkan mengenai kapan waktu yang tepat untuk mengganti helm sepeda.

Baca juga: 6 Tips Bersepeda Aman di Jalan Raya, Kamu Sudah Tahu?

Consumer Product Safety Commission AS menganjurkan setiap orang untuk membeli helm sepeda baru setiap lima hingga 10 tahun sekali.

The Snell Foundation, badan yang mengatur standar keselamatan tinggi untuk helm menyebutkan, helm yang dipakai dengan kondisi wajar harus diganti setiap lima tahun sekali.

Namun, jangka waktu penggantian bisa berbeda pada helm yang tidak digunakan dan disimpan dalam kondisi baik.

Handel merekomendasikan untuk mengganti helm sepeda setelah lima tahun.

Apabila kita menyayangi helm sepeda yang sudah lama kita punya dan helm itu dalam kondisi baik, memakainya lebih lama tidak menimbulkan risiko yang signifikan.

Hal itu diungkap Randy Swart, direktur Bicycle Helmet Safety Institute. "Helm pribadi saya jauh lebih tua dari itu," kata Swart.

Ia tidak menyangkal pentingnya membeli helm sepeda baru, yang sudah dibekali teknologi terkini untuk melindungi kepala lebih baik.

Baca juga: Seperti Apa Bahan Pakaian Bersepeda yang Ideal?

Secara umum, Consumer Reports merekomendasikan penggantian helm sepeda setiap lima tahun karena helm bisa rusak seiring waktu, menurut Handel.

Helm yang sering dipakai akan terkena sinar ultraviolet dari matahari, dan kita mungkin tidak sengaja meletakkan helm ke tempat yang terpapar panas sesudah kita selesai bersepeda.

Helm sepeda, walau sudah usang, memang lebih melindungi kepala daripada tidak memakai helm sama sekali. Namun menurut Handel, kita harus menggantinya dengan yang baru.

Helm yang dipakai bersepeda akan terpapar ke lingkungan dengan tingkat panas dan kelembapan berbeda, kata Barry Miller, Ph.D., director of outreach di Helmet Lab di Virginia Tech.

Virginia Tech Helmet Lab adalah lembaga yang menguji helm untuk berbagai olahraga dan melakukan studi terkait penggunaan helm dalam mengurangi risiko cedera otak.

"Kami semua berasumsi bahwa kinerja helm mengalami penurunan dari waktu ke waktu," ucap Miller.

"Tapi alasan yang lebih penting untuk mengganti helm Anda adalah karena kemajuan teknologi."

Helm sepeda modern bisa jadi memiliki ukuran yang lebih pas dan lebih nyaman, dan dilengkapi teknologi untuk mengurangi gaya rotasi yang dapat menyebabkan gegar otak.

Amankah menggunakan helm sepeda yang sudah lama?

Helm sepeda baru memang memiliki bentuk dan teknologi yang lebih modern, namun kita tidak harus mengganti helm lama jika dirawat dengan baik, menurut Swart.

Rekomendasi itu diambil dari studi yang dilakukan oleh firma teknik MEA Forensic.

Perusahaan tersebut menguji ratusan helm dan menemukan usia helm tidak memengaruhi kinerja busa pelindung pada helm secara signifikan hingga 26 tahun.

Namun, fitur lain pada helm, seperti adjuster atau tali pengikat untuk mengencangkan helm, serta cangkang luar yang berbahan plastik bisa mengalami aus.

Jika warna helm memudar akibat paparan sinar matahari, ada kemungkinan hal itu menandakan kekuatan pada bagian luar helm sudah berkurang, kata Swart.

Baca juga: Sejarah Topi Sepeda, dari Pelindung Menjadi Identitas

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Yahoo
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.