Kompas.com - 02/12/2020, 08:24 WIB
Ilustrasi menstruasi Ru_FotoIlustrasi menstruasi

KOMPAS.com - Sebelum menstruasi datang, beberapa keluhan sering dirasakan wanita. Mulai dari, kram perut, mual, sakit kepala, kembung, berjerawat hingga kelelahan.

Di antara beberapa keluhan itu, kelelahan menjadi hal yang paling menghalangi aktivitas.

Lantas, mengapa tubuh bisa terasa sangat lelah sebelum menstruasi?

Rupanya, hal ini terjadi karena tubuh mengira kita sedang bersiap mengandung bayi, dan terjadilah peningkatanproses hormon.

Baca juga: Waspadai, Perilaku Makan yang Bisa Menyebabkan Menstruasi Dini

Hal ini akan tetap terjadi walaupun kita belum menikah atau aktif secara seksual.

"Hormon progesteron mencapai puncaknya sekitar hari ke 21 dari siklus menstruasi.”

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Demikian dikatakan Heather Bartos, MD,  dokter kandungan dan pendiri Be. Klinik Kesehatan dan Kebugaran Wanita.

"Ini seperti ketika kamu pertama kali hamil dan hormon progesteron itu sangat tinggi."

"Akibatnya, wanita benar-benar tidak nafsu makan, sehingga memperlambat aktivitas, dan pada beberapa wanita menjadi sangat, sangat lelah."

"Ada alasan fisiologis (yang terjadi) kalau saja kamu sedang hamil," imbuh Bartos.

Bartos menambahkan, sebelum menstruasi, kadar hormon progesteron tidak akan setinggi saat sedang hamil, tetapi ada pada level 6-8 dari skala 10.

Kendati begitu, kondisi ini cukup untuk memicu tubuh merasa lelah.

Namun, jika kita menyadari kelelahan berlangsung lebih lama atau lebih intens, ada baiknya untuk pergi ke dokter.

Baca juga: Usia Berapa Anak Memerlukan Edukasi Menstruasi?

Sebab biasanya, ketika menstruasi -umumnya sekitar hari ke-28, tubuh akan kembali merasa lebih baik.

"Begitu berovulasi, tubuh seperti, 'oh, apakah saya akan hamil? Ayo bersiap-siap. Mari kita tingkatkan progesteron sedikit untuk mendukung bayi'."

"Lalu tubuh menyadari, 'tidak, tidak ada bayi, jadi turunkan progesteron',” cetus Bartos.

Sedangkan, naik turunnya kadar hormon bisa menyebabkan gangguan tidur. Ini bisa menjadi salah satu faktor yang membuat tubuh menjadi semakin lemas.

Baca juga: Makanan Pedas Harus Dihindari saat Menstruasi, Mitos atau Fakta?

Meskipun kita tak bisa menghindari reaksi alami ini, tapi ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menekannya.

1. Minum teh hijau dan jauhi kafein

Bartos menyarankan untuk memilih mengonsumsi teh hijau dan menjauhi kafein.

Tingkat kafein yang lebih tinggi dapat memperburuk nyeri payudara atau nyeri seperti tertekan yang biasa dialami menjelang datang bulan

Terutama jika kita memiliki kondisi payudara fibrokistik, yakni, jaringan yang terasa kenyal atau seperti kumpulan tali, nyeri akan semakin terasa sebelum menstruasi.

Bartos juga meminta kita untuk tak meminum minuman berenergi. "Minumlah teh hijau di pagi hari, dan bisa juga saat makan siang,” ujar dia.

2. Ganti pola makan

Kebanyakan wanita tidak tahu bahwa metabolisme mereka berubah pada paruh kedua siklus.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Menggaruk Kulit saat Menstruasi Picu Stretch Mark

”Pada paruh pertama siklus, metabolisme melambat, sehingga wanita dapat hidup dengan lebih sedikit kalori," kata Alisa Vitti, ahli gizi fungsional, penulis, dan pendiri Flo Living.

"Lalu ada lebih banyak energi berkelanjutan, sehingga wanita dapat melakukan latihan yang intens dan akan baik-baik saja,” sambung dia.

Di paruh kedua siklus setelah ovulasi, kebutuhan kalori akan benar-benar naik, sehingga metabolisme akan meningkat.

Karenanya, saat ada di siklus ini, ada baiknya untuk mengonsumsi makanan sehat dengan kalori dan serat yang tinggi untuk meningkatkan tingkat energi.

3. Ganti olahraga

"Ubah sedikit pilihan olahraga. Jangan lakukan latihan intensitas tinggi, mungkin lakukan peregangan pilates."

"Kita tidak perlu berlebihan. Jika lelah, berhentilah. Dengarkan saja tubuh kita,” ujar Baros.

Baca juga: Olahraga Ringan untuk Redakan Nyeri Menstruasi

Kita juga dapat mencoba beberapa pose yoga restoratif, atau berjalan-jalan di sekitar rumah.

Hal ini bisa dijadikan pilihan, jika ingin tetap bergerak tetapi tidak memiliki tenaga untuk melakukan sesi yang intens di gym atau studio.

4. Tidur siang

Bartos menyarankan tidur siang untuk mendatangkan rasa rileks. Tak perlu terlalu lama, tidur siang bisa memulihkan energi.

5. Ketahui siklus

Kondisi ini mungkin waktu yang tepat untuk mulai mencari tahu dan menandai siklus menstruasi.

Baca juga: Pencernaan Bermasalah Selama Menstruasi, Apa Sebabnya?

Ketika seorang perempuan memahami siklusnya, maka dia akan tahu kapan harus siap menghadapi perubahan dan ketidakseimbangan hormon.

Dengan begitu, kita bisa bersiap untuk mengubah gaya hidup, pola makan, dan olahrga untuk mengurangi kelelahan sebelum menstruasi.

Kita bisa menghitungnya secara manual atau mengunduh aplikasi penghitung siklus menstruasi di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.