Kompas.com - 02/12/2020, 16:34 WIB
ilustrasi ibu menyusui bayi. SHUTTERSTOCKilustrasi ibu menyusui bayi.

Untuk menghindari rasa sakit, bayi mungkin secara tidak sadar mulai menahan "pup", karena "takut" dengan rasa sakit yang bakal muncul.

Baca juga: 5 Cara Ampuh Atasi Sembelit Saat Haid

Hal ini akan membuat kotoran tinggal lebih lama bertahan di dalam usus besar. Akibatnya, tubuh bayi akan menyerap lebih banyak air dari kotoran, hingga sehingga membuat tinja semakin keras.

Hal ini lah yang lalu menyebabkan bayi terus mengalami sembelit.

Bayi yang mengalami konstipasi sering kali mengalami nyeri kolik (nyeri yang membuat perut kembung akibat kejang usus).

Baca juga: Perubahan Gaya Hidup untuk Cegah Sembelit Kronis

Hal itu terjadi karena banyaknya kotoran di dalam di usus hingga organ ini menjadi lebih aktif untuk membersihkannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam beberapa kasus, bayi mungkin menjadi tidak mau makan dan bahkan muntah sedikit.

Tanda-tanda sembelit bayi

Berikut mungkin merupakan tanda bahwa bayi mengalami sembelit:

- Jarang buang air besar

- Ada darah di anus

- Tinja kering dan keras

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.