Kompas.com - 02/12/2020, 17:11 WIB
Ilustrasi nasi putih. ShutterstockIlustrasi nasi putih.

KOMPAS.com - Nasi putih tinggi akan karbohidrat dan memiliki indeks glikemik (Glycemic Index/GI) yang tinggi.

Banyak orang meyakini bahwa pasien diabetes tidak boleh mengonsumsi nasi putih karena dianggap memiliki GI yang tinggi.

Padahal, faktanya bukan berarti pasien diabetes harus berhenti sama sekali mengonsumsi nasi putih.

Chairman Diabetes Connection Care, Eka Hospital, Prof. DR. Dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD-KEMD, FINASIM, FACE menekankan, pentingnya mengontrol porsi nasi putih yang dikonsumsi agar tidak berlebihan.

Ini juga berlaku untuk jenis karbohidrat lain, seperti mie, roti, bihun, singkong, hingga nasi merah.

"Memang dikatakan beras merah GI-nya lebih rendah. Tapi, kalau makan nasi merah dua piring? Tetap gulanya naik," ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (1/12/2020).

"Jadi sebetulnya prinsipnya tidak ada yang tidak boleh. Cuma, ada yang boleh banyak, ada yang boleh sedikit."

Baca juga: Nasi, Kentang, Jagung: Mana yang Lebih Baik Bagi Penderita Diabetes?

Adapun GI adalah standar pengukuran seberapa cepat karbohidrat dalam makanan diubah menjadi gula (glukosa) untuk dipakai sebagai energi. Ukuran ini berupa skala dari 0-100.

Gula pasir, misalnya, memiliki angka GI 100 yang artinya karbohidrat dari gula murni sangat cepat diubah oleh tubuh menjadi energi.

Angka GI juga memengaruhi seberapa cepat tubuh memproduksi insulin.

Semakin rendah nilai GI suatu makanan, maka akan semakin kecil pengaruhnya pada peningkatan insulin dan gula darah.

Itu sebabnya kenapa orang-orang yang memiliki diabetes sangat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan dengan GI rendah.

Menurut Healthline, sebuah studi di British Medical Journal menemukan bahwa orang-orang yang mengonsumsi nasi putih dalam porsi besar memiliki peningkatan risiko terkena diabetes tipe 2.

Jika Anda telah didiagnosis diabetes, pada umumnya aman untuk mengonsumsi nasi dalam jumlah sedang.

Hanya saja, pastikan Anda mengetahui skor GI dari nasi yang akan Anda makan. Usahakan untuk mengonsumsi antara 45-60 gram karbohidrat per porsi makan.

Baca juga: Benarkah Penderita Diabetes Harus Hindari Makanan Manis dan Gula?

Sebagai gambaran, berdasarkan tabel nilai GI dari Harvard Medical School, per 150 gram nasi putih biasa memiliki GI sekitar 72.

Anda tidak perlu berhenti sama sekali memangkas konsumsi nasi putih jika memiliki diabetes, meskipun nasi memang memiliki GI yang lumayan tinggi.

Beberapa jenis beras mempunyai indeks glikemik yang lebih rendah dibanding jenis beras lainnya.

Sebagai alternatif yang lebih sehat dari nasi putih, Anda bisa menggunakan beras merah (nilai GI 50) atau beras Basmati (nilai GI 63).

Bubur havermut (oatmeal) juga bisa menjadi alternatif karena memiliki GI 55 sehingga termasuk rendah.

Kandungan serat oatmeal yang tinggi juga membantu memperlambat laju penyerapan karbohidrat dalam tubuh. Hal ini tentu memberi efek yang menguntungkan dalam pengendalian kadar gula darah.

Baca juga: Cara Mencegah Pradiabetes Menjadi Diabetes



Sumber Healthline
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X