Pria di Kazakhstan Menikah dengan Boneka Seks, Bukti Cinta Itu Buta?

Kompas.com - 02/12/2020, 20:07 WIB
Binaragawan Kazakhstan Yuri Tolochko dan boneka seksnya, Margo. Pasangan ini berencana menikah tapi tertunda karena pandemi Covid-19. Instagram @yurii_tolochkoBinaragawan Kazakhstan Yuri Tolochko dan boneka seksnya, Margo. Pasangan ini berencana menikah tapi tertunda karena pandemi Covid-19.
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Membuktikan bahwa terkadang cinta itu buta, seorang pria yang berprofesi sebagai binaragawan dari Kazakhstan menikahi sang kekasih yang merupakan boneka seks.

Pria bernama Yuri Tolochko itu telah mengencani boneka seksnya yakni Margo selama delapan bulan sebelum dia melamarnya pada Desember 2019.

Berbalut tuksedo hitam dan dasi kupu-kupu, dia  terlihat mencium dengan lembut kekasihnya yang tampak kaku dalam balutan gaun putih dan sedang memegang buket bunga.

Pasangan yang tidak biasa itu juga berbagi tarian romantis pertama di depan puluhan tamu yang menghadiri upacara adat tersebut.

"Ini terjadi dan akan terus berlanjut," tulisnya dalam sebuah unggahan video di akun Instagram miliknya.

Baca juga: Robot Seks Ini Dibuat untuk Dicintai

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by OddJack / ????? ??????? (@yurii_tolochko)

Beberapa postingan yang dibagikan di media sosial mengilustrasikan gaya hidup romantis pasangan tersebut, termasuk liburan cerah dan mandi busa dengan hashtag #ideal_relationship, #true_love dan #happy_wife_happy_life.

"Pasangan perlu lebih sedikit berbicara dan lebih banyak terhubung. Dengan waktu dan pengalaman, Margo dan saya menyadari bahwa dibutuhkan lebih dari sekedar kata-kata untuk melakukan percakapan," tulis Tolochko dalam satu postingan.

Tolochko mengatakan dia bertemu Margo di sebuah klub malam, di mana dia menyelamatkannya dari perhatian yang tidak diinginkan.

Mereka bahkan sudah merencanakan pernikahan ini di bulan Maret sebelum pandemi Covid-19 melanda.

Dia mengatakan kepada Daily Star, bahwa pernikahannya ditunda setelah dia menderita gegar otak dan hidung patah usai diserang saat berpakaian seperti wanita dalam sebuah acara transgender pada 31 Oktober lalu.

Tolochko, yang mengidentifikasi dirinya sebagai seorang panseksual mengatakan kisahnya dengan Margo membuat dia lebih tertarik daripada seks itu sendiri.

Dia juga mengakui kalau dirinya menikmati BDSM, dominasi seks, sadisme dan masokisme.

"Saya suka disiksa, saya bisa menahan banyak rasa sakit. Saya juga suka mendominasi. Margo mampu melakukan apa yang orang lain tidak mampu," ungkapnya.

Kendati demikian, persyaratan untuk sebuah pernikahan di Kazakhstan adalah bahwa kedua pasangan yang setuju haruslah laki-laki dan perempuan di atas 18 tahun, tanpa menyebutkan apakah boneka termasuk.

Baca juga: Kisah James dan Boneka Seks April, Tak Cuma Bercinta 4 Kali Seminggu



Sumber NYPost
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X