Kompas.com - 03/12/2020, 08:44 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

"Sebaliknya, kita harus merayakan individualitas setiap anak karena perbandingan merusak harga diri dan tidak berfungsi sebagai motivasi," ucap Greenberg.

Baca juga: Stres Belajar Online Picu Remaja Bunuh Diri, Apa Komentar Psikolog?

7. Mengatakan "Kamu selalu ..."

Menggunakan frasa seperti "Kamu selalu" atau "Kamu tidak pernah" memberikan sedikit ruang bagi seorang anak untuk mengubah perilaku mereka.

Seharusnya orangtua lebih menyadari bagaimana menggunakan bahasa yang memberikan mereka peluang untuk berkembang.

Sebagai contoh, "Kamu tampak kesal saat ..." atau "Bagaimana kita bisa mengatasi masalah ini bersama-sama?"

8. Mencaci diri sendiri

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pola asuh yang buruk dan orangtua yang toksik terkenal karena terus-menerus mengkritik dan mencaci diri sendiri tentang masalah yang dangkal seperti berat badan atau penampilan.

"Anak-anak memandang orangtua mereka untuk melihat contoh dari segala hal, termasuk harga diri," katanya.

"Tidak menghargai diri sendiri di depan anak kita adalah perilaku pengasuhan yang toksik," sambung dia.

Anak-anak akan mencontoh orangtua mereka dan jika kita menyebut diri gemuk, bodoh, dan kata-kata negatif lainnya anak-anak cenderung melakukan hal yang sama.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X