Kompas.com - 03/12/2020, 08:44 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

"Melakukan segalanya untuk anak-anak sebenarnya adalah perilaku pengasuhan yang toksik," terangnya.

"Ini memberi mereka pesan, bahwa kita tidak berpikir mereka kompeten dan malah menghambat mereka mengembangkan keterampilan," imbuh dia.

Jika anak-anak mampu, mereka harus diberi tugas yang sesuai dengan usianya misalnya memberi makan hewan peliharaan keluarga atau membantu mencuci pakaian.

Baca juga: Menghadapi Anak yang Jadi Manja Selama Diam di Rumah

11. Tidak mau dikritik

Mengetahui anak-anak mengatakan kalau mereka tidak menyukai kita mungkin akan terasa sulit bagi setiap orangtua.

Meskipun bisa menyengat, terkadang kata-kata anak sangat alami keluar dan merupakan bagian dari perkembangan anak untuk menegaskan kemandirian, serta memisahkan mereka dari orangtua.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Orangtua yang toksik cenderung tidak mau mendengarkan kritik dari anak-anaknya.

Hal ini dapat menyebabkan orangtua berperilaku tidak dewasa terhadap anak-anak, menyimpan dendam, memberikan rasa bersalah, atau bahkan tidak memperdulikan mereka. 

Apabila kita tidak mendengarkan kritik dan kemudian bereaksi secara tidak rasional, pertimbangkan untuk berbicara dengan terapis. Sehingga, kita dapat mengeksplorasi masalah kita sendiri yang memicu respons semacam itu.

Baca juga: Kebiasaan Sederhana yang Memperkuat Ikatan Orangtua dan Anak

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X