Kompas.com - 04/12/2020, 12:54 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi

KOMPAS.com - Larangan merokok di tempat tinggal pribadi akan diberlakukan di San Francisco, Amerika Serikat. Pemerintah setempat menetapkan larangan tersebut bagi warga yang tinggal di apartemen.

Alasannya, asap rokok dapat membuat mereka yang bukan perokok menjadi perokok pasif.
Namun, uniknya orang dibolehkan menghisap ganja di apartemen mereka.

Selasa (1/12/2020) kemarin, Board of Supervisors menyetujui aturan mengenai larangan merokok tembakau di dalam apartemen di kota San Francisco dengan hasil voting 10-1, sebagaimana dilaporkan San Francisco Chronicle.

Proposal awal yang dibuat juga bertujuan untuk melarang warga San Francisco merokok ganja di apartemen.

Namun, pada akhirnya Board of Supervisors kota itu memberi pengecualian untuk ganja.

Baca juga: Korut Keluarkan Larangan Merokok di Tempat Umum, Padahal Kim Jong Un Perokok Berat

Proposal diubah usai aktivis ganja menyebut undang-undang yang dibuat akan mencabut satu-satunya tempat legal bagi mereka untuk merokok.

Pasalnya, merokok ganja di ruang publik merupakan tindakan ilegal di kota tersebut.

"Tidak seperti perokok tembakau yang masih bisa meninggalkan apartemen untuk melangkah keluar atau merokok di area luar ruangan yang diizinkan, perokok ganja tidak memiliki alternatif hukum seperti itu."

Demikian kata Rafael Mandelman, anggota San Francisco Board of Supervisors yang menulis amandemen untuk membebaskan ganja.

Aturan yang ditetapkan Dewan Pengawas di kota San Francisco membuat kota itu bergabung dengan 63 kota di California yang memiliki larangan serupa.

Mereka yang menentang larangan tersebut berpendapat bahwa itu melanggar hak mereka di dalam rumah tempat mereka tinggal.

Baca juga: PBB Keluarkan Ganja dari Golongan IV ke Golongan I, Apa Artinya?

Sementara, pihak yang mendukung aturan mengatakan pentingnya melindungi kesehatan orang yang bukan perokok, khususnya penghuni berpenghasilan rendah yang tinggal di apartemen padat.

Di AS, rokok menjadi penyebab kematian lebih dari 480.000 orang per tahun. Angka itu juga mencakup lebih dari 41.000 kematian yang disebabkan asap rokok orang lain.

Setelah disahkan, undang-undang baru akan berlaku 30 hari kemudian.




Sumber ABCNews
Rekomendasi untuk anda
RECIPES
SUP PANGSIT
SUP PANGSIT
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X