Kompas.com - 05/12/2020, 08:00 WIB
Seorang pekerja migran Indonesia diperiksa suhu tubuhnya saat tiba di Lanud Soewondo di Medan, Sumatera Utara, 10 April 2020 lalu. EPA via BBC INDONESIASeorang pekerja migran Indonesia diperiksa suhu tubuhnya saat tiba di Lanud Soewondo di Medan, Sumatera Utara, 10 April 2020 lalu.

KOMPAS.com — Sebelum pandemi datang, jika seseorang mengalami batuk, nyeri tubuh, dan kelelahan yang luar biasa biasanya akan digolongkan sebagai flu.

Namun, seiring dengan meningkatnya kasus covid-19, gejala tadi menunjukkan bahwa kita mungkin saja sudah mengidap penyakit berbahaya ini.

Segala sesuatu yang kita ketahui tentang penyakit pernafasan telah berkembang sepanjang tahun 2020, terutama gejalanya.

Ketika pandemi pertama kali menyerang, para dokter membuat negara waspada terhadap tiga tanda bahaya utama: demam, batuk kering, atau sesak napas.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat saat ini memiliki daftar 11 gejala resmi dari covid-19, yang masih belum mencakup setiap kemungkinan tanda penyakit.

Tetapi gejala tertentu tampaknya lebih umum daripada yang lain, termasuk demam tinggi, yang merupakan isyarat untuk melakukan pemeriksaan dokter.

Baca juga: Gejala Demam Karena Infeksi Virus

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mengapa covid-19 menyebabkan demam?

Pada pengertian paling mendasar, demam berarti suhu tubuh di atas normal. Demam berbeda dari suhu tinggi. CDC dan komunitas medis pada umumnya menganggap suhu setidaknya 38 derajat Celcius sebagai demam.

“Demam adalah respons alami tubuh terhadap infeksi, termasuk COVID-19,” kata pakar penyakit menular Amesh A. Adalja, M.D., peneliti senior di Johns Hopkins Center for Health Security.

Meningkatnya suhu tubuh terjadi karena sistem kekebalan tubuh mencoba membunuh patogen yang tidak diinginkan, yakni, virus atau bakteri.

Pada suhu normal, penyebab penyakit ini dapat dengan mudah bereplikasi, tetapi ketika keadaan panas, sulit bagi mereka untuk bertahan hidup.

Bisakah terkena covid-19 tanpa demam?

Itu mungkin saja.

“Demam adalah salah satu gejala paling umum dengan covid-19, tetapi banyak orang tidak pernah mengalaminya,” kata Richard Watkins, M.D., seorang dokter penyakit menular dan seorang profesor penyakit dalam di Northeast Ohio Medical University.

Menurut Adjala, bisa saja seseorang punya gejala covid-19, tapi tidak demam.

Baca juga: Ketahuilah, Perbedaan Demam Biasa dan Demam Berdarah

Ilustrasi pengukuran suhu tubuh dengan termometer inframerah atau thermo gun untuk cegah penularan virus corona penyebab Covid-19.SHUTTERSTOCK/RossHelen Ilustrasi pengukuran suhu tubuh dengan termometer inframerah atau thermo gun untuk cegah penularan virus corona penyebab Covid-19.

Demam juga bisa naik turun ketika kamu mengidap covid-19 (yang juga terjadi pada penyakit apa pun).

“Dan mungkin saja seseorang dengan virus tersebut secara teknis mengalami demam dan bahkan tidak menyadarinya,” kata Dr. Adalja.

Di sisi lain, beberapa orang tidak bergejala sama sekali saat mereka menderita covid-19, sementara yang lain memiliki tanda-tanda virus yang tidak biasa, termasuk hanya gejala pada pencernaan seperti diare dan muntah.

“Sistem kekebalan setiap orang berbeda,” kata Adalja.

Singkatnya, virus dapat muncul dalam berbagai cara, tetapi berikut ini adalah tanda yang paling umum untuk diketahui:

Baca juga: Kasus OTG Tinggi, Ini Imbauan Wali Kota Solo Jelang Libur Akhir Tahun

- Demam atau kedinginan

- Batuk

- Sesak napas atau kesulitan bernapas

- Kelelahan

- Nyeri otot atau tubuh

- Sakit kepala

- Kehilangan kemampuan mencium dan merasa

- Sakit tenggorokan

- Hidung tersumbat atau meler

- Mual atau muntah

- Diare

Gejala yang lebih jarang, seperti ruam kulit dan mata merah juga dikaitkan dengan covid-19.

Baca juga: Jalani Karantina Sendiri di Rumah, Apa yang Harus Dilakukan?

Apa yang harus dilakukan jika mengalami gejala covid-19 tanpa demam?

“Banyak orang dengan covid-19 memang mengalami demam, tetapi itu bukanlah sesuatu (gejala) yang sangat kuat,” Dr. Adalja menekankan.

Demam sebaiknya tidak dipakai sebagai satu-satunya petunjuk terinfeksi covid-19 atau tidak.

Jika kamu memiliki gejala yang tidak biasa namun tidak demam, ia tetap merekomendasikan untuk menjalani karantina dan melakukan pemeriksaan swab.

Gejala itu bisa saja flu dan pilek biasa, tetapi dengan kasus yang tengah meningkat, sebaiknya tetap waspada.

Jika mengalami gejala parah dan mengkhawatirkan seperti berikut ini, segeralah ke rumah sakit:

- Kesulitan bernapas

- Nyeri atau tekanan yang terus-menerus di dada

- Kebingungan atau linglung

- Ketidakmampuan untuk bangun atau tetap terjaga

- Bibir atau wajah kebiruan

Baca juga: Tips Merawat Pasien Covid-19 di Rumah

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Prevention
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.