Kompas.com - 05/12/2020, 10:32 WIB
Ilustrasi kanker serviks Ilustrasi kanker serviks

KOMPAS.com - Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks dan Kementrian Kesehatan kembali menyosialisasikan kepada masyarakat gentingnya kanker serviks di Indonesia.

Berdasarkan data GLOBOCAN 2018, di Indonesia terdapat 2 perempuan meninggal setiap jam karena kanker serviks dengan 88 kasus baru terdiagnosa setiap harinya. Penderita terbanyak adalah perempuan berusia produktif atau usia 36-55 tahun.

“Kanker Serviks merupakan penyebab kematian no. 2 perempuan di Indonesia padahal penyakit ini bisa dicegah dengan imunisasi HPV,” kata Dr. Soitawati, M. Epid, Kepala Seksi Imunisasi Lanjutan dan Khusus Kementerian Kesehatan dalam talkshow virtual “Edukasi Imunisasi di Masa Pandemi Covid-19 (2/12/2020).

Vaksinasi HPV merupakan pencegahan primer dan solusi terbaik yang juga direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia.

Namun, Soitawati mengatakan pandemi Covid-19 telah memberikan dampak penurunan signifikan terhadap cakupan imunisasi di Indonesia.

Baca juga: Mengapa Vaksin HPV untuk Cegah Kanker Serviks Diberikan Dua Kali?

Kementerian Kesehatan melaporkan setidaknya 83,9 persen pelayanan kesehatan terkait imunisasi anak di Indonesia terhenti akibat pandemi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Selama pandemi Covid-19 ini semua imunisasi harus tetap dilakukan sesuai jadwal imunisasi yang telah dianjurkan, termasuk imunisasi HPV. Saat ini, semua fasilitas kesehatan di Indonesia sudah memenuhi protokol kesehatan dengan baik jadi tidak perlu khawatir untuk datang dan melengkapi imunisasi yang tertunda,” katanya.

Ditambahkan oleh dr.Cindy Rani Wirasti Sp.OG, Satgas Imunisasi Dewasa di Indonesia telah menganjurkan semua perempuan, termasuk laki-laki, untuk melengkapi imunisasi HPV.

“Virus HPV tidak hanya menyebabkan kanker serviks, tapi juga berbagai kanker lainnya seperti kanker penis, kanker anus, dan kanker tenggorokan,” katanya dalam acara yang sama.

Sementara itu, program vaksinasi HPV untuk siswa perempuan kelas 5 dan 6 bisa terus dilanjutkan meski sedang pandemi.

“Anak perempuan kelas 5 dan kelas 6 SD di kota Jakarta, Surabaya, Jogjakarta, Makassar, Manado, Karang Anyar & Sukoharjo bisa datang ke Pukesmas untuk mendapatkan imunisasi HPV selama program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) berlangsung,” kata Soitawati.

Baca juga: Screening Terhenti karena Covid-19, Kematian Kanker Serviks Diduga Naik



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.