Kompas.com - 06/12/2020, 09:34 WIB
Ilustrasi makan shutterstockIlustrasi makan

Bila kurang dari waktu itu, tubuh tidak cukup istirahat. Akibatnya ketika bangun tidur akan terjadi pusing dan bisa membuat tubuh stres.

Saat merasa stres, fungsi biokimia tubuh cenderung bekerja lebih sedikit untuk membakar dan memetabolisme makanan.

Baca juga: Perhatikan, 6 Tanda Metabolisme yang Bermasalah

3. Terlalu sedikit asupan kalori

Makan terlalu sedikit kalori dapat menyebabkan berkurangnya laju metabolisme.

Meskipun defisit kalori diperlukan untuk menurunkan berat badan, hal ini dapat menjadi kontraproduktif jika asupan kalori kita turun terlalu rendah.

Ketika kita menurunkan asupan kalori secara drastis, tubuh merasakan  kelangkaan makanan dan secara alami menurunkan laju pembakaran kalori.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Studi terkontrol pada orang kurus dan kelebihan berat badan mengkonfirmasi bahwa mengonsumsi kurang dari 1.000 kalori per hari dapat berdampak signifikan pada tingkat metabolisme.

Baca juga: Benarkah Makan Lebih Sering Bikin Metabolisme Aktif?

4. Hanya melakukan latihan kardio

Latihan kardio memang bagus untuk menjaga metabolisme dan detak jantung tetap stabil.

Tapi sebaiknya kombinasikan dengan latihan lain seperti angkat beban. Kombinasi latihan ini dapat membantu membakar kalori dengan lebih efektif.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.