Kompas.com - 06/12/2020, 12:13 WIB
Ilustrasi perawatan wajah YakobchukOlenaIlustrasi perawatan wajah

KOMPAS.com - Tahun 2020 merupakan tahun penuh tantangan dan membawa banyak perubahan. Tentunya ini akan memengaruhi kehidupan di tahun selanjutnya.

Bahkan urusan perawatan kulit juga ikut terpengaruh. Hal ini diungkapkan oleh ahli bedah plastik Smita R. Ramanadham , MD, FACS.

"Tahun 2020 telah membawa beberapa perubahan dalam permintaan perawatan kulit. Saya yakin ini berlanjut hingga 2021," kata Ramanadham kepada Popsugar.

Beberapa ahli juga menyetujui hal itu. Menurut mereka akan ada tren perawatan kulit di tahun depan yang dipengaruhi oleh kejadian di 2020.

Apa sajakah itu? Berikut ulasannya.

1. Perawatan maskne

Di bidang kecantikan, mask acne atau maskne adalah salah satu topik yang banyak dibicarakan. Maskne adalah timbulnya jerawat di area yang tertutup masker.

Seperti yang diketahui, penggunaan masker sekarang menjadi hal yang wajib di tengah pandemi Covid-19.

"Banyak orang yang mengkhawatirkan kesehatan kulitnya saat memakai masker setiap hari. Terlebih jika sebelumnya tidak memiliki masalah kulit," kata Ramanadham.

Timbulnya jerawat dan iritasi pada kulit akibat penggunaan masker membuat banyak orang berlomba-lomba mencari perawatan yang tepat.

Oleh karena itu, perawatan medis dan topikal untuk mengurangi jerawat serta mengatasi hiperpigmentasi dan jaringan parut akibat masker akan banyak dicari.

Baca juga: Cara Mencegah Iritasi Kulit Saat Memakai Masker Wajah

2. Alternatif retinol yang lebih lembut

Retinol adalah kunci untuk kulit yang lebih sehat dan mencegah penuaan.

Menurut dokter kulit Howard Sobel, MD penggunaan produk perawatan yang mengandung retinol akan semakin banyak di 2021.

"Menggunakan retinol dapat meningkatkan produksi kolagen, regenerasi sel kulit, membantu mengatasi jerawat, dan membuka pori-pori yang tersumbat," kata Sobel.

Selain itu, retinol juga bisa meminimalkan garis halus dan kerutan, serta meratakan warna kulit.

Retinol sebaiknya mulai digunakan di pertengahan usia 20-an. Tapi beberapa orang ada yang khawatir retinol bisa mengiritasi kulitnya saat digunakan pertama kali.

Mereka kemudian mulai mencari alternatif yang lebih lembut terhadap kulit.

"Kami telah menemukan beberapa antioksidan hebat dan alternatif nabati seperti Bakuchiol yang membantu melawan efek iritasi dari retinol," kata Dr. Ramanadham.

Baca juga: Cegah Penuaan Dini, Hindari 6 Jenis Makanan Ini

3. Teknik perawatan sederhana

Prosedur kosmetik dan perawatan kulit yang efisien dengan teknik minimal invasif semakin diminati dari tahun ke tahun.

Hal ini dikarenakan beberapa orang mencari perawatan yang lebih sederhana daripada langsung melakukan perawatan yang membawa perubahan besar.

Selain itu, teknik perawatan minimal invasif memiliki waktu pemulihan yang lebih singkat dan hasilnya lebih alami.

"Hasil terbaik datang dari kombinasi yang dapat dicapai dari banyak hal kecil," kata ahli kulit Paul Jarrod Frank, MD.

4. Facelift cair

Facelift menjadi perawatan yang juga banyak diminati karena bisa membuat wajah terlihat lebih muda.

Selain itu, facelift dapat mengencangkan jaringan kulit yang elastisitasnya mulai berkurang.

Namun di sisi lain, ada orang yang masih takut melakukan prosedur bedah kosmetik ini. Untuk menyiasatinya, facelift cair bisa menjadi pilihan.

Facelift cair menggunakan filler, Botox, dan laser non-invasif untuk meremajakan kulit wajah.

"Hebatnya perawatan ini adalah pengencangan wajah bisa dilakukan tanpa harus menjalani prosedur pembedahan," kata Sobel.

Dia menambahkan, pengencangan wajah dengan cairan dapat mengembalikan volume wajah, mengurangi garis dan kerutan, mengubah garis rahang dan tulang pipi, serta mengangkat alis yang kendur.

Facelift cair dapat memberikan hasil yang disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan setiap orang.

Baca juga: Ingin Kulit Wajah Kencang? Coba Saja Masker Putih Telur

5. Pengelupasan kimia di rumah

Perawatan kecantikan di rumah telah menjadi daya tarik tersendiri di tengah pandemi. Hal ini juga akan berlanjut di tahun depan.

Perawatan dengan bahan kimia untuk pengelupasan kulit atau eksfoliasi menjadi pilihan banyak orang.

Berbeda dengan pengelupasan di salon atau klinik kecantikan, pengelupasan dengan bahan kimia di rumah biasanya lebih lembut.

"Tetapi cara ini tetap efektif karena menggunakan bahan serupa yang membantu mengatasi masalah kulit," kata Sobel.

Pengelupasan kimia rumahan dapat membantu mengatasi kerusakan akibat sinar matahari, garis-garis halus, jerawat, perubahan warna, dan warna kulit yang tidak merata.

Baca juga: Seberapa Sering Perlu Eksfoliasi Kulit Wajah dan Tubuh?



Sumber Popsugar
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X