Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 07/12/2020, 13:52 WIB
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Para orangtua saat ini pusing memikirkan bagaimana membatasi waktu anak menatap layar.

Sebab di era pandemi, kegiatan belajar-mengajar dilakukan secara online dan anak menatap layar dalam waktu lama.

Pembelajaran virtual ini bisa berdampak pada kesehatan mata anak, dan memicu mata lelah atau digital eye strain.

Definisi digital eye strain

Gangguan mata digital atau dikenal sebagai sindrom penglihatan komputer bukan kondisi medis yang hanya dialami oleh orang sakit.

Ini adalah istilah yang menjelaskan masalah penglihatan saat kita menggunakan perangkat komputer, tablet, atau ponsel pintar.

Semakin lama kita menggunakan perangkat, semakin besar kemungkinan kita mengalami gangguan mata digital. Dan gangguan ini bisa bertambah buruk.

Banyak orang mengalami mata kering setelah terlalu lama berada di depan komputer atau menggunakan ponsel yang berlebihan.

"Saat kita menggunakan perangkat digital, kita berkedip lebih sedikit, dan bahkan tidak menyadarinya."

Begitu dikatakan Dr Alexandra Williamson, OD di Cleveland Clinic.

"Penurunan kedipan juga memengaruhi anak-anak. Mereka kehilangan lapisan air mata, yang dapat menyebabkan mata kering, masalah penglihatan, dan ketidaknyamanan."

Otot mata juga bisa menjadi lelah karena terlalu banyak menghabiskan waktu di depan layar.

"Otot mata kita bekerja lebih keras untuk melihat segala sesuatu dari dekat, bahkan ketika kita masih muda," sambung Williamson.

Baca juga: Seburuk Apa Cahaya Biru dari Gawai Hingga Lampu LED ke Mata

Layar perangkat elektronik berbahaya bagi mata anak

Tablet, ponsel pintar, dan layar perangkat lain tidak bagus untuk mata kita. Namun pada anak, mereka lebih rentan terkena gangguan mata digital.

"Menatap layar bukanlah tujuan evolusi manusia," kata Williamson.

"Penglihatan anak berkembang pesat hingga sekitar usia 10 tahun. Setelah itu, sistem visual mereka masih tumbuh dan berubah. Usia ketika sistem visual dianggap matang sepenuhnya berbeda untuk setiap anak."

Tanda gangguan mata digital pada anak

Kemungkinan anak tidak dapat memberi tahu orangtua bahwa matanya terganggu. Jika anak melihat layar dalam waktu lama, perhatikan tanda ini.

  • Sering mengusap mata
  • Menghindari kelas online
  • Sering berkedip
  • Penumpukan atau kerak di kelopak mata atau bulu mata
  • Mengeluh penglihatan kabur atau berbayang

Baca juga: Trik 20 Detik untuk Bantu Redakan Ketegangan Mata

Terapkan metode 20-20-20

Bantu anak untuk beristirahat dari layar dengan metode 20-20-20.

"Setiap 20 menit, lihatlah sesuatu yang berjarak setidaknya 20 kaki (sekitar enam meter) selama 20 detik," jelas Williamson.

"Ini membuat mata berhenti melihat target dekat."

Untuk hasil lebih baik, gabungkan metode tersebut dengan permainan di luar ruangan.

"Bermain di luar bagus untuk mata anak," kata dia.

"Saat anak menghabiskan lebih banyak waktu di luar dan lebih sedikit waktu melihat objek yang dekat, ia menurunkan peluang mengalami rabun jauh."

Baca juga: Tips Cegah Kerusakan Mata Anak akibat Sering Main Gawai

Hindari penggunaan obat tetes mata

Hindari penggunaan obat tetes mata pada anak sebelum berkonsultasi dengan dokter.

"Saya tidak merekomendasikan obat tetes untuk anak kecuali dokter mata mereka menyarankannya," tutur Williamson.

"Ada begitu banyak jenis obat tetes mata, dan beberapa bisa berbahaya jika tidak digunakan dengan benar."

Periksakan anak ke dokter mata

"Hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah membawa anak Anda ke dokter mata anak untuk menjalani pemeriksaan, meskipun ia tidak memiliki masalah mata," kata Williamson.

"American Optometric Association merekomendasikan pemeriksaan mata rutin untuk anak mulai usia 6 bulan."

"Saat berusia lima tahun, anak harus menemui dokter mata setidaknya setahun sekali," sambungnya.

Baca juga: Selama WFH, Istirahatkan Mata Tiap 2 Jam

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.