Kompas.com - 11/12/2020, 13:46 WIB
Denny Kusuma bersama koleksi radio tuanya. Dok DENNY KUSUMADenny Kusuma bersama koleksi radio tuanya.

Denny mengaku memeroleh radio tersebut dari Yogyakarta berkat bantuan teman. Dia mendapatkan radio tersebut dalam kondisi mati.

Radio itu diperolehnya setelah beberapa tahun perburuan. “Saya beli Rp 5 juta," kata dia.

"Kemudian memperbaiki Rp 3 juta sampai radionya bisa nyala kembali,” ucap dosen salah satu perguruan tinggi swasta ini.

Tukang reparasi radio tua di Bandung pun hanya tinggal tersisa tiga orang, itu pun sudah berusia sepuh.

Radio lain yang kental dengan sejarah Indonesia adalah Philips BIN206U. Radio dari Belanda ini adalah produksi nasionalisasi Philips yang membuka pabriknya di Kota Bandung.

Denny mengungkapkan, radio tersebut diberikan kepada Presiden Soekarno di Istana Negara untuk merayakan produksi ke 100.000.

Koleksi dalam dan luar negeri

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Koleksi radio tua yang dimiliki Denny pernah mencapai 400 buah. Namun beberapa waktu lalu ada yang dijual termasuk ke luar negeri.

“Sekarang sisanya ada 222," kata dia.

"Biasalah saya juga ada keperluan untuk makan, anak juga kuliah. Tapi saya tidak akan menjual radio yang bernilai sejarah bangsa Indonesia, karena gak ada yang punya lagi,” ucap Denny.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.