Kompas.com - 11/12/2020, 14:03 WIB
Ilustrasi tanaman hias gantung. SHUTTERSTOCK/WIREHOUSE IMAGESIlustrasi tanaman hias gantung.

KOMPAS.com - Memiliki tanaman hias gantung tampak menyenangkan dan tidak memerlukan ruang yang terlalu luas.

Tanaman hias gantung juga bisa digunakan sebagai elemen yang dapat mempercantik rumah Anda.

Namun, sebelum mencoba memelihara tanaman hias gantung, perhatikan dulu beberapa hal berikut agar aktivitas menanam lebih mudah sekaligus menjaga agar tanaman tetap sehat:

1. Memperhatikan berat tanaman
Keranjang atau pot gantung yang penuh dengan tanah basah dan tanaman akan menjadi berat.

Jadi, sebelum menggantung tanaman tersebut di dinding atau langit-langit, pastikan strukturnya dapat menahan beban.

Menurut The Spruce, hindari memasang kait langsung ke plester dinding atau drywall, pastikan kait tersebut terpasang dengan kuat pada tiang dinding atau balok langit-langit.

Jika Anda sudah memiliki pengait, ujilah sebelum menggantung apa pun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pilihan media pot juga akan memberi perbedaan. Sebagian besar tanah pot yang dikantongi penuh dengan gambut yang dikomposkan sebagai bahan utama.

Gambut memiliki kualitas retensi air yang sangat baik, tetapi lebih berat.

Untuk mengurangi beratnya Anda bisa mengurangi campuran gambut dengan menambahkan perlite.

Cara ini juga dapat meningkatkan drainase, jadi Anda harus lebih sering menyiram dan berhati-hati agar air tidak menetes dari keranjang atau pot.

Baca juga: 8 Inspirasi Tanaman Hias Gantung untuk Mempercantik Rumah

2. Melindungi tanaman hias gantung
Tanaman hias gantung bisa memunculkan sejumlah masalah jika tidak dipersiapkan dengan baik. Namun, masalah paling umumnya adalah drainase air.

Lapisan sabut kelapa yang bekerja dengan baik di luar ruangan tidak cocok untuk penggunaan di dalam ruangan karena air akan langsung mengalir ke dalamnya.

Jadi, dua opsi terbaik untuk tanaman hias gantung yang diletakkan di dalam ruangan adalah:

  • Pot di dalam pot

Pengaturan serba guna ini memungkinkan Anda dengan mudah mengganti tanaman gantung Anda.

Keranjang dekoratif yang berada di bagian luar tertutup rapat, tidak ada lubang drainase sama sekali, dan memiliki tali atau rantai yang diikat langsung ke keranjang untuk digantung.

Kerugian utama di sini adalah keranjang yang nantinya cenderung lebih berat.

  • Melampirkkan baki

Kebanyakan tanaman hias gantung di toko-toko tanaman menggunakan baki atau keranjang. Keranjang plastik akan dilengkapi dengan penahan tetesan air, sementara kawat atau tali menempel pada keranjang itu sendiri.

Meski cenderung lebih ringan dan ekonomis, masalah pada keranjang ini umumnya terletak pada ukuran penahan tetesan.

Keranjang yang sangat kecil hanya memberi sedikit ruang untuk kesalahan.

Jika Anda menyiram terlalu banyak air, keranjang tersebut akan penuh lumpur dan bisa menetes ke lantai.

Baca juga: Membuat Kokedama, Seni Merangkai Tanaman Hias ala Jepang

3. Cara menyiram

Ilustrasi menyiram tanaman. SHUTTERSTOCK/ANNA NAHABED Ilustrasi menyiram tanaman.

Menyiram adalah bagian tersulit dalam rangkaian perawatan tanaman gantung.

Jika Anda memiliki keranjang yang besar dan berat, Anda bisa memasang katrol sederhana yang memungkinkan seluruh keranjang diturunkan ketika disiram.

Namun, cara ini memang memerlukan upaya lebih. Jika drainase adalah masalah yang serius bagi Anda, bawalah tanaman keluar setiap waktu penyiaraman mingguan dan ketika cuaca di luar baik, lalu bawa kembali ke dalam ruangan setelah tanah mengering.

Ingatlah bahwa udara di dekat langit-langit cenderung lebih hangat dan kering daripada di lantai. Jadi, tanaman hias gantung Anda mungkin memerlukan sedikit lebih banyak air daripada kebutuhannya jika diletakkan di permukaan.

Meski begitu, pastikan pula Anda tidak menyiramnya berlebihan (overwatering) atau terlalu sedikit (underwatering).

Untuk mengetahui frekuensi penyiraman yang tepat untuk setiap tanaman, pastikan Anda mencari informasi atau bertanya pada penjual tanaman terlebih dahulu.

Menurut BBC Gardener's World, ada dua tahap yang bisa dilakukan untuk mengetahui apakah tanaman membutuhkan penyiraman.

Pertama, gunakan ujung jari untuk menilai apakah tanaman perlu disiram. Jika iya, keluarkan pot plastik bagian dalam dan letakkan di ember atau wadah lainnya yang bisa mengalirkan air.

Namun, jika pot luar tanaman tersebut memiliki lubang di alasnya, Anda tak perlu mengeluarkannya dan bisa langsung memasukannya ke ember.

Tuangkan air ke tanah secara perlahan hingga mencapai tepi pot dan biarkan meresap.

Saat air berhenti menetes dari alasnya, Anda bisa kembali menggantung tanaman.

Selalu gunakan air hangat dan jika memungkinkan gunakan air hujan. Sebab, air keran memiliki kandungan garam yang bisa membuat tanaman tidak bahagia.

Baca juga: Menyiram Tanaman dengan Air Hujan Ternyata Banyak Manfaatnya Lho

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.