Kompas.com - 14/12/2020, 13:53 WIB
. SHUTTERSTOCK.

"Di dalam ruangan dengan ventilasi yang buruk dan orang-orang yang berdekatan adalah kondisi khusus munculnya kasus tersebut."

Demikian dikatakan Dr. John Brownstein, Ahli Epidemiologi di Rumah Sakit Anak Boston, kepada ABC News.

Meski begitu, para penjual offline di banyak tempat memang telah melakukan hampir segala cara untuk mengurangi risiko penularan.

Misalnya, dengan membatasi kapasitas pembelanja, memberlakukan penutup wajah dan jarak sosial, serta menambahkan pemisah kaca di kasir.

Menurut National Retail Federation, toko-toko di AS terus memprioritaskan kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Baca juga: 4 Tips Menahan Dorongan Belanja Impulsif

"Pengecer telah berada di garis depan pandemi, memastikan orang memiliki akses ke - barang dan jasa penting," kata organisasi itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun Brownstein tetap mengingatkan, menunggu dalam antrean di dekat orang lain bisa menimbulkan masalah.

"Jadi, kemungkinan besar, mekanisme pembayaran mandiri akan mengurangi jumlah kontak yang konsumen lakukan dengan orang lain," saran dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.