Kompas.com - 14/12/2020, 13:53 WIB
. SHUTTERSTOCK.

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 yang melanda dunia, belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir. 

Namun, di sisi lain bencana itu tak mampu menahan datangnya musim libur Natal dan tahun baru yang sudah di depan mata.

Nah, jika sudah membahas mengenai liburan, maka -selain jalan-jalan dan rekreasi, kegiatan belanja pun merupakan satu hal yang selalu mengikuti.

Baca juga: Makin Banyak Masyarakat Manfaatkan Pembayaran Digital untuk Belanja

Lalu, apa yang harus dilakukan agar kegiatan belanja tetap menjadi menyenangkan, dan tetap terlindung dari bahaya infeksi virus corona?

Dr. Michael Hirsh, Direktur Medis Divisi Kesehatan Masyarakat Kota Worcester, Amerika Serikat memberikan pandangannya tentang hal ini, kepada laman ABC News.

Secara khusus dia mengangkat kemungkinan risiko bagi orang-orang yang mungkin berbelanja dalam kehidupan nyata ketimbang belanja online.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Coba tetap pertahankan cara belanja dengan pengiriman ke rumah," ungkap dia.

"Sebab, setiap perjalanan ke luar rumah yang Anda lakukan, menambah potensi penularan, dan membuat Anda kian berisiko," cetus Hirsh. 

Di sisi lain, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di AS pun menegaskan kembali panduan mereka tentang isu serupa.

Baca juga: Tren Belanja Online Masih Tinggi, Barang Hobi Banyak Dicari

Disebutkan, infeksi Covid-19 yang terkait dengan kegiatan belanja di El Paso, Texas, selama November saja, menyumbang lebih dari setengah dari semua kasus yang terlihat dalam data pelacakan kontak, selama seminggu.

"Di dalam ruangan dengan ventilasi yang buruk dan orang-orang yang berdekatan adalah kondisi khusus munculnya kasus tersebut."

Demikian dikatakan Dr. John Brownstein, Ahli Epidemiologi di Rumah Sakit Anak Boston, kepada ABC News.

Meski begitu, para penjual offline di banyak tempat memang telah melakukan hampir segala cara untuk mengurangi risiko penularan.

Misalnya, dengan membatasi kapasitas pembelanja, memberlakukan penutup wajah dan jarak sosial, serta menambahkan pemisah kaca di kasir.

Menurut National Retail Federation, toko-toko di AS terus memprioritaskan kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Baca juga: 4 Tips Menahan Dorongan Belanja Impulsif

"Pengecer telah berada di garis depan pandemi, memastikan orang memiliki akses ke - barang dan jasa penting," kata organisasi itu.

Namun Brownstein tetap mengingatkan, menunggu dalam antrean di dekat orang lain bisa menimbulkan masalah.

"Jadi, kemungkinan besar, mekanisme pembayaran mandiri akan mengurangi jumlah kontak yang konsumen lakukan dengan orang lain," saran dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.