Kompas.com - 14/12/2020, 15:59 WIB
Ilustrasi olahraga bersama DragonImagesIlustrasi olahraga bersama
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Bersantai di sofa atau rebahan sambil menonton serial televisi memang mengasyikkan. Namun, jangan sampai kebiasaan ini membuat Anda kurang olahraga. Saat tubuh tidak aktif secara fisik, ada banyak dampak buruk yang mengintai kesehatan.

Menurut World Health Organization (WHO), gaya hidup yang tidak aktif secara fisik menjadi penyebab dari kematian 2 juta orang di dunia per tahunnya.

Itulah mengapa kita selalu disarankan untuk rajin berolahraga. Supaya lebih semangat dalam berolahraga, kenali berbagai dampak buruk dari kurang olahraga ini.

1. Meningkatnya risiko penyakit jantung

Sebuah studi yang dirilis dalam jurnal Circulation Research menyatakan, kurang olahraga dan tidak aktif secara fisik dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Pasalnya, olahraga dapat memperkuat jantung dan meningkatkan sirkulasi darah sehingga kadar oksigen di dalam tubuh pun menjadi stabil.

Berbagai faktor risiko penyakit jantung, seperti kolesterol tinggi, penyakit jantung koroner, hingga serangan jantung, juga bisa dicegah dengan sering berolahraga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: 8 Olahraga untuk Jantung yang Mudah Dilakukan

2. Rusaknya fungsi otak

Setiap bagian tubuh akan mengalami penuaan, tidak terkecuali otak. Menurut sebuah studi, berolahraga secara rutin dapat mencegah proses penuaan pada otak. Selain itu, kebiasaan ini juga bisa meningkatkan daya ingat.

Sebaliknya, saat tubuh kurang olahraga, otak akan lebih rentan terhadap tanda-tanda penuaan, misalnya penurunan fungsi kognitif.

Baca juga: Olahraga Bantu kembangkan Fungsi Otak

3. Terganggunya kesehatan mental

Tidak hanya kesehatan fisik yang dirugikan akibat kurang olahraga, kesehatan mental pun juga.

Menurut laporan yang dirilis dalam International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity, bermalas-malasan dan tidak aktif secara fisik selama 3 jam sehari, dapat meningkatkan risiko munculnya gejala depresi.

Dengan berolahraga secara rutin, risiko gangguan mental depresi dapat diturunkan sebanyak 30 persen.

Baca juga: Rutin Berolahraga Efektif Membantu Mengobati Depresi

4. Tulang dan persendian mudah cedera

Kurang olahraga dapat membuat tulang dan persendian di dalam tubuh menjadi mudah cedera.

Sedangkan, berolahraga secara rutin dipercaya dapat menurunkan risiko penyakit osteopenia (turunnya kepadatan tulang) dan osteoporosis (tulang lemah dan rapuh).

Ditambah lagi, aktif secara fisik dapat membantu Anda terhindar dari cedera dan meningkatkan ketahanan tubuh dalam beraktivitas.

Baca juga: Olahraga untuk Mencegah Osteoporosis

5. Membesarnya lingkar pinggang dan meningkatkan berat badan

Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan di International Journal of Obesity, gaya hidup bermalas-malasan dan tidak aktif secara fisik terbukti bisa meningkatkan lingkar pinggang.

Kondisi ini terjadi karena kalori yang ada di dalam tubuh tidak terbakar dengan baik sehingga akan menumpuk. Jadi tidak heran kalau berat badan pun ikut naik.

Baca juga: Malas Gerak, Salah Satu Penyebab Kematian Terbanyak di Dunia

6. Meningkatnya risiko kanker

Jarang berolahraga dapat meningkatkan risiko berbagai macam kanker. Sejumlah studi membuktikan, gaya hidup bermalas-malasan dan tidak aktif secara fisik mampu meningkatkan risiko kanker kolorektal (usus besar), payudara, paru-paru, hingga ovarium.

Untuk mencegah datangnya kanker, tentunya gaya hidup sehat dan olahraga teratur perlu dilakukan.

Sebuah penelitian bahkan sudah membuktikan, menjadikan olahraga sebagai kebiasaan dapat mencegah datangnya berbagai jenis kanker.

Baca juga: Olahraga Tak Sampai 25 Menit Sehari Bisa Bantu Cegah Kanker

7. Tubuh menjadi loyo dan mudah lelah

Sering merasa lelah? Bisa jadi Anda kurang olahraga. Sebuah studi sudah membuktikan, rasa lelah yang dialami partisipannya dapat diredakan setelah berolahraga rutin selama enam minggu.

Pada penderita sindrom kelelahan kronis, berolahraga rutin dipercaya dapat meningkatkan energi tubuh.

Sementara itu, pasien kanker, multiple sclerosis, hingga HIV/AIDS yang sering merasa lelah juga disarankan untuk berolahraga supaya tetap berenergi.

Baca juga: Bugar dan Sehat dengan 5 Menit Olahraga Tiap Hari

8. Mengundang diabetes tipe 2

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko penyakit diabetes tipe 2.

Aktivitas fisik atau olahraga dapat membantu tubuh mengontrol gula darah (glukosa), menjaga berat badan, menstabilkan tekanan darah, dan menurunkan kolesterol jahat (LDL).

Sebagai tambahan, berolahraga rutin juga ampuh meningkatkan kadar kolesterol baik dalam tubuh.

Baca juga: Cara Kendalikan Diabetes dan Gula Darah dengan Olahraga

9. Kualitas tidur menurun

Menurut Sleep Foundation, kualitas tidur akan meningkat jika Anda berolahraga selama 150 menit selama satu minggu.

Temperatur tubuh akan meningkat selama Anda berolahraga. Kemudian, saat sudah berada di tempat tidur, temperatur tubuh akan menurun sehingga membuat tidur lebih nyenyak.

Studi lainnya juga membuktikan, berolahraga selama 150 menit dalam satu minggu dapat meningkatkan kualitas tidur sebanyak 65 persen.

Tidak ada kata terlambat untuk memulai olahraga. Jika Anda merasa masih kurang olahraga, jangan berkecil hati dan bulatkan tekad untuk mulai aktif secara fisik.

Baca juga: Bersepeda dan Olahraga Terbukti Membantu Meningkatkan Kualitas Tidur

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.