Kompas.com - 16/12/2020, 10:22 WIB
Ilustrasi lemur ekor cincin (Lemur catta). Shutterstock/MicheleBIlustrasi lemur ekor cincin (Lemur catta).

Walaupun pemilik mendapatkan hewan langka yang hendak dijadikan peliharaan dari penangkaran, tidak ada jaminan dalam perdagangan satwa liar hewan tidak dicuri dari alam.

"Burung penyanyi yang hampir punah sering dijual sebagai hasil penangkaran dengan alasan mengurangi tekanan eksploitasi populasi liar," kata David Jeggo.

Jeggo adalah salah satu Ketua IUCN Species Survival Commission (SSC) Asian Songbird Trade Specialist Group.

"Tapi alasan itu terlalu sering. Kenyataannya hal itu malah menciptakan mekanisme yang membuat burung ditangkap secara ilegal dari alam liar,” tambahnya.

Meskipun ada perlindungan internasional, spesies burung yang dijual itu tetap terancam punah.

4. Membuat lebih banyak spesies terancam punah

Seperti yang dikatakan sebelumnya, perdagangan satwa liar berpotensi menyebabkan kepunahan. Bahkan untuk hewan yang belum terancam punah.

Sebab mengambil hewan dari alam liar dapat dengan cepat menghabiskan populasinya.

Baca juga: Belajar dari Joe Biden soal Manfaat Pelihara Anjing

“Permintaan yang tinggi untuk spesies tertentu mendorong hewan menuju kepunahan."

"Sedangkan bagi spesies yang sudah terancam punah, perdagangan satwa liar semakin memperburuknya," kata Jeggo.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X