Kompas.com - 16/12/2020, 10:22 WIB
Ilustrasi lemur ekor cincin (Lemur catta). Shutterstock/MicheleBIlustrasi lemur ekor cincin (Lemur catta).

6. Tidak memahami emosi manusia

Mereka yang hendak memiliki hewan langka mungkin berpikir memberikan kasih sayang dan perhatian dapat meluluhkan hewan tersebut.

Tapi sebenarnya, hewan langka tidak memahami emosi manusia. Hewan tetap bisa menyerang jika mengira hewan ada yang mengancamnya.

Bahkan meskipun telah dipelihara selama bertahun-tahun dan tidak ada insiden, hewan liar mungkin saja menyerang secara brutal.

“Tidak seperti hewan peliharaan pada umumnya, hewan liar tidak dibiakkan untuk persahabatan dengan manusia,” kata Pollock.

7. Walau imut seperti bayi, tapi hewan tetap tumbuh besar

Pada awalnya orang yang memelihara hewan langka mungkin tertarik dengan rupa hewan ketika masih kecil.

Baca juga: 7 Manfaat Pelihara Tanaman untuk Kesehatan Fisik dan Mental

Tapi ingat, hewan langka yang terancam punah seperti ular, kadal, harimau, simpanse, dan primata lainnya akan tumbuh menjadi besar.

"Ketika masih bayi, hewan liar ini sangat menyenangkan, lucu, dan menarik untuk didekati."

"Tetapi ketika tumbuh menjadi dewasa, hewan mungkin berukuran sangat besar dan sulit dikendalikan," kata Pollock.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X