Kompas.com - 16/12/2020, 20:52 WIB
. SHUTTERSTOCK.

"YKK melebur kuningannya sendiri, membuat poliesternya sendiri, memutar dan memelintir benang sendiri."

"Mereka juga menenun dan mewarnai kain untuk pita ritsletingnya, serta menempa dan membentuk gigi ritsletingnya," kata sebuah sumber di Los Angeles Times.

Dengan tingkat detail dan kontrol seperti itu, tidak heran apabila perusahaan YKK mengambil alih hampir semua produksi ritsleting di dunia.

"Ada masalah kualitas di masa lalu ketika kami menggunakan ritsleting yang lebih murah."

"Sekarang kami tetap menggunakan YKK," kata seorang desainer, Trina Turk.

"Ketika pelanggan membeli celana seharga 200 dolar AS atau sekitar Rp 2,8 juta, sebaiknya mereka memiliki ritsleting yang bagus."

"Sebab, pelanggan akan menyalahkan brand pembuat pakaian meskipun bagian yang rusak ada pada ritsleting," ujar Turk dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.