Kompas.com - 17/12/2020, 07:25 WIB
Ilustrasi mengenakan masker dan kacamata shutterstockIlustrasi mengenakan masker dan kacamata
|
Editor Wisnubrata

Kedua perusahaan sudah mulai memproduksi vaksin, tetapi produksi tersebut masih belum memenuhi permintaan akan vaksin di tahun ini.

Karena terbatas,  pendistribusian vaksin dilakukan secara bertahap.

Proses pendistribusian vaksin dimulai dari kelompok berisiko tertinggi seperti petugas kesehatan dan pekerja garda depan lainnya, diikuti pekerja di sektor esensial seperti first responder dan aparat penegak hukum.

Kemudian, barulah orang lanjut usia dan orang dengan penyakit bawaan mendapat giliran diberi vaksinasi, dan seluruh populasi penduduk di dunia pada akhirnya.

Baca juga: Mungkinkah Vaksin Covid-19 Benar-benar Aman untuk Tubuh?

Jika banyak orang diberi vaksin dan vaksin tersebut mampu menangkal virus, pengendalian pandemi dengan cara herd immunity atau kekebalan kelompok, besar kemungkinan tidak akan terjadi hingga tahun depan.

"Bila sebagian penduduk divaksinasi, dan beban kasus turun ke tingkat yang sangat rendah, baru kita akan dapat bernapas lega tanpa masker."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Begitu kata Emanuel Goldman, profesor mikrobiologi di Rutgers University.

Dia menambahkan, selanjutnya para peneliti harus tetap waspada dalam melacak setiap perubahan pada virus karena semakin sedikit induk yang bisa menjadi tempat pelarian virus.

"Virus mungkin memiliki cara lain dan membuat vaksin menjadi kurang efektif."

Pemberian vaksin kepada banyak orang dan memantau bagaimana sistem kekebalan mereka bereaksi bisa memudahkan para ahli untuk menemukan cara penanganan Covid-19 yang lebih baik.

"Pesan besarnya adalah kita memiliki alat tambahan dalam bentuk vaksin untuk memerangi Covid-19, tetapi itu belum cukup," terang Dr Anthony Fauci, direktur National Institute of Allergy and Infectious Diseases.

"Mudah-mudahan saat negara dan dunia mendapat vaksinasi besar-besaran, virus ini akan mundur tanpa tempat tujuan karena semua orang terlindungi."

Baca juga: Vaksin Covid-19 dan Masa Depan Travelling

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Sumber Time
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.