Kompas.com - 17/12/2020, 10:23 WIB

Riset ini melibatkan 1.002 orang dengan penyakit jantung koroner yang tidak mengalami kejadian koroner dalam enam bulan terakhir.

Para peneliti menggunakan dilatasi yang dimediasi aliran untuk menentukan tingkat dasar disfungsi endotel di antara para peserta.

Peneliti kemudian membagi peserta ke dalam dua kelompok.

Kelompok pertama mengikuti diet mediterania selama satu tahun, dan kelompok lainnya mengikuti diet rendah lemak dengan durasi yang sama.

Di akhir tahun, tim mengukur kembali fungsi endotel para peserta. Secara total, 805 partisipan menyelesaikan penelitian tersebut.

Diet mediterania lebih bermanfaat bagi jantung

Dibandingkan diet rendah lemak, diet mediterania meningkatkan fungsi endotel peserta.

"Kami mengamati model diet mediterania menghasilkan fungsi endotel lebih baik."

"Artinya arteri lebih fleksibel dalam beradaptasi dengan berbagai situasi yang membutuhkan aliran darah lebih besar," ujar Lopez-Miranda.

Para peneliti juga mencatat, kemampuan endotelium untuk beregenerasi menjadi lebih baik.

"Kami mendeteksi penurunan drastis kerusakan pada endotel, bahkan pada pasien dengan risiko yang parah," kata peneliti.

Baca juga: Diet Mediterania Dinilai Memiliki Manfaat Kesehatan Jangka Panjang

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.